Peranan Bakat Dalam Proses Belajar
A. Pengertian Bakat
Bakat atau aptitude merupakan
kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam sesuatu bidang
atau kemampuan tertentu. Seseorang lebih berbakat dalam bidang bahasa sedang
yang lain dalam matematika, yang lain lagi lebih menunjukkan bakatnya dalam
sejarah, dan sebagainya.
Bakat dapat diartikan sebagi kemampuan
bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Kemampuan adalah
daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan.
Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang,
sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat
dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal,
melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertimgkat membentuk bakat.
Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan.
Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya
sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.
Banyak para ahli mengemukakan tentang
definisi bakat. Diantaranya adalah menurut W. B Michael bakat merupakan suatu
kapasitas atau potensi yang belum dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar,
bakat berkenaan dengan kemungkinan menguasai sesuatu pola tingkah laku dalam
aspek kehidupan tertentu.
Guillford memberikan definisi sedikit
berbeda, menurutnya bakat banyak sekali, sebanyak perbuatan atau aktivitas
individu. Ada tiga komponen dari bakat menurut Guillford, yaitu komponen: Intelektual,
perseptual dan psikomotor. Komponen intelektual terdiri atas
beberapa aspek, yaitu aspek pengenalan, ingatan, dan evaluasi. Komponen
perseptual juga meliputi beberapa aspek, yaitu pemusatan perhatian,
ketajaman indra, orientasi ruang dan waktu, keluasan dan dan kecepatan
mempersepsi. Komponen psikomotor terdiri atas aspek-aspek
rangsangan, kekuatan dan kecepatan gerak, ketepatan, koordinasi gerak dan
kelenturan.
Ahli-ahli lain yang mengemukakan
pengertian bakat diantaranya yaitu:
S.C. Utami Munandar (1985)
Bakat (aptitude) pada umumnya diartikan
sebagai kemampuan bawaan sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan
dilatih agar dapat terwujud.
Kartini Kartono (1979)
Bakat mencakup segala faktor yang ada pada
individu sejak awal pertama dari kehidupannya yang kemudian menumbuhkan
perkembangan keahlian, kecakapan, dan keterampilan khusus tertentu. Bakat
bersifat laten potensial (dalam arti dapat mekar berkembang).
Suganda Pubakawatja (1982)
Bakat sebagai benih dari suatu sifat, yang
baru akan nampak nyata, jika mendapat kesempatan atau kemungkinan untuk
berkembang.
William B.Michael
Bakat adalah kemampuan individu melakukan
tugas, sedikit atau tidak tergantung pada latihan sebelumnya.
Bingham
Bakat adalah kondisi atau seperangkat
sifat-sifat yang dianggap sebagai tanda kemampuan individu untuk menerima
latihan (respon).
B. Jenis-jenis Bakat
Menurut Rahayu (2), ada dua jenis bakat,
yaitu diantaranya:
1.
Bakat
umum,
merupakan
kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang
memiliki.
2.
Bakat
khusus,
merupakan
kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki
misalnya bakat seni, memimpin, berceramah, olahraga. Bakat khusus ini terbagi
lagi menjadi beberapa macam, diantaranya:
·
Bakat
Verbal, yaitu bakat tentang konsep-konsep yang diungkapkan dalam bentuk
kata-kata.
·
Bakat
Numerikal, yaitu bakat tentang konsep-konsep dalam bentuk angka.
·
Bakat
bahasa (linguistik), yaitu bakat tentang penalaran analitis bahasa (ahli
sastra) misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum,
pramuniaga dan lain-lainnya.
·
Bakat
kecepatan, ketelitian, klerikal, yaitu bakat tentang tugas tulis menulis,
ramu-meramu untuk laboratorium, kantor dan dalam kerohanian.
·
Bakat
Relasi Ruang (spasial), yaitu bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua
dimensi atau berpikir dalam 3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap
detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau
membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi
dalam ruang tiga dimensi.
·
Bakat
Mekanik, yaitu bakat tentang prinsip-prinsip umum IPA, tata kerja mesin,
perkakas dan alat-alat lainnya.
·
Bakat
Abstrak, yaitu bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola,
rancangan, diagram, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk dan posisi-posisinya.
·
Bakat
Skolastik, yaitu kombinasi kata-kata (logika) dan angka-angka. (Termasuk
didalamnya kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat,
menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik,
pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional).
Berdasarkan cara berfungsinya, bakat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Bakat
yang berhubungan dengan kemampuan atau kemahiran di bidang pekerjaan tertentu,
seperti bakat musik.
2. Bakat khusus tertentu yang diperlukan
sebagai perantara untuk mewujudkan kemampuan tertentu. Misalnya bakat melihat
ruang (dimensi) diperlukan untuk mewujudkan bakat insinyur.
Bakat juga digolongkan menurut fungsi dan
aspek-aspek yang terlibat dan yang terlihat dalam berbagai macam prestasi,
yaitu:
1. Bakat psikofisik
Bakat psikofisik adalah kemampuan yang
berakar pada jasmaniah sebagai dasar bakat tersebut. Seperti kemampuan motorik,
ketangkasan, kekuatan badan, kelincahan jasmani, keterampilan jari, dan anggota
tubuh lainnya.
2. Bakat kejiwaan yang bersifat umum
Bakat kejiwaan yang bersifat umum adalah
kemampuan ingatan daya khayal atau imajinasi dan inteligensi.
3. Bakat
kejiwaan yang khas dan majemuk
Bakat kejiwaan yang khas adalah bakat yang
terarah pada suatu bidang yang terbatas, seperti bakat bahasa, bakat melukis,
bakat musik, bakat seni, bakat ilmu, dan lain-lain. Sedangkan bakat majemuk
seperti bakat hukum, bakat pendidik, bakat psikologi, bakat kedokteran, bakat
ekonomi, bakat politik, dan lain sebagainya.
4. Bakat yang lebih berdasarkan pada alam perasaan dan kemauan
Bakat yang berdasarkan alam perasaan dan
kemauan adalah bakat yang berhubungan dengan watak, seperti kemampuan
bersosial, kemampuan mengasihi, kemampuan merasakan dan menghayati perasaan
orang lain, dan sebagainya.
C. Faktor-faktor yang Mempengarui
Perkembangan Bakat
1. Faktor internal.
Minat, minat merupakan motif asli yang
muncul dari dalam diri individu itu sendiri.
Motif Berprestasi, anak-anak yang
mumpunyai keinginan yang kuat menjadi seseorang yang berprestasi maka dengan
dorongan dan latihan maka anak tersebut dapat mengoptimalkan bakat yang dia
miliki. Sebaliknya meskipun anak tersebut mendapat dukungan dan latihan tanpa
ada motif berprestasi maka pengembangan bakat yang ia miliki tidak akan
maksimal.
Keberanian mengambil resiko, resiko adalah
hal yang biasa dalam menjalankan suatau hal. Resiko bentuknya bermacam-macam.
Contoh kita punya bakat dalam hal bela diri tapi kita takut mengambil resiko
seperti patah tangan, bibir sobek kena pukul, dan sebagainya maka tidak akan
pernah mungkin kita bisa jadi pesilat atau petarung yang baik.
Keuletan menghadapi tantangan, Ulet
artinya pantang menyerah dan tidak takut gagal. Seseorang yang bisa menganggap
bahawa kegagalan itu adalah hal yang biasa maka ia akan punya jiewa yang kuat
untuk menghadapi segala masalah yang akan muncul.
Pengaruh unsur genetik, khususnya yang
berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak sebelah kiri , bakatnya sangat
berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila
dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik,
artistik serta atletis.
2. Faktor eksternal
Latihan: Bakat adalah sesuatu yang sudah
dimiliki secara alamiah, yang mutlak memerlukan latihan untuk membangkitkan dan
mengembangkannya.
Kesempatan maksimal untuk mengembangkan
diri tidak semua orang didunia ini bisa punya kesempatan untuk mengembangkan
diri. Jika kita mau meleihat sebenarnya banyak sekali anak-anak disekeliling
kita yang berbakat dalam suatu hal, mereka juga memiliki minat dan motifasi
yang kuat tapi tetap saja tidak jadi apa-apa. Salah satu hal yang menyebabkan
itu terjadi karena tidak ada kesempatan atau tidak pernah mereka diberi
kesempatan untuk mencoba.
Sarana dan Prasarana
Dukungan dan dorongan dari keluarga.
Lingkungan tempat tinggal
Pola asuh orang tua
D. Usaha Guru Untuk Mengenali dan
Mengembangkan Bakat
Beberapa hal yang perlu dilakukan orang
tua, guru atau lingkungan terdekat anak untuk mengambangkan bakat dan minat
adalah:
1. sejak usia dini cernati berbagai kelebihan,
ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
2.
bantu anak dalam meyakini dan fokus pada
kelebihan dirinya.
3. Kembangkan konsep diri positif pada anak.
4. Perkaya anak dengan berbagai wawasan,
pengetahuan, serta pengalaman di berbagai bidang.
5. Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan
menekuni bidang-bidang yang menjadi kelebihannya.
6. Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya.
7. Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya
dari satu bakat ke bakat yang lain.
8. Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
9. Sediakan fasilitas atau sarana untuk mengembangkan bakat anak.
10. Dukung anak untuk mengatasi berbagai
kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
11. Mejalin hubungan baik
antara orang tua, guru, dengan anak atau remaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar