Diajukan untuk
memenuhi tugas pada Mata Kuliah
Oleh
A S R I
Nim / Bp : 16583
/ 2010
Jurusan Teknik
Otomotif
Program Studi S1
Pendidikan Teknik Otomotif
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2016
Tugas Perkembangan masa
kanak-kanak, Anak, Remaja dan Dewasa
1. Tugas
Perkembangan Masa Kanak-Kanak
Periode kanak-kanak (umur 3-5 tahun), yaitu usia pra
sekolah sebagai periode peralihan dari masa bayi keusia anak sekolah sebelum
anak masuk sekolah, jiwanya telah matang untuk sekolah, yaitu matang karena
dipersiapkan di taman kanak-kanak atau TPA, dan jenis-jenis pendidikan anak pra
sekolah lainnya. Kohnstamm meyebut periode ini dengan periode estetis, yang
berarti keindahan.
Ciri
dari periode masa kanak-kanak ialah:
1)
Perkembangan emosi kegembiraan hidup
2)
Kebebasan
3)
Fantasi.
Ketiga ciri tersebut, dapat berkembang dengan berbagai
bentuk ekspresi seperti; permainan, dongeng, nyanyian dan menggambar itulah
sebabnya, empat kegiatan tersebut sering dijadikan isi materi kurikulum di TK.
Tugas perkembangan masa kanak-kanak:
1. Menguasai kemampuan fisik
dasar untuk bermain
2.
Bisa bermain dengan teman sebaya
3.
Membentuk sikap positif terhadap diri sendiri
4.
Mempelajari peran gender yang sesuai
5.
Mengembangkan kemampuan dasar dalam membaca, menghitung, dan menulis
6.
Mengembangkan hati nurani, moralitas, dan sistem nilai
7.
Memiliki kemandirian dasar dalam kegiatan sehari-hari
8.
Mengembangkan sikap yang tepat terhadap kelompok sosial tertentu
2. Tugas
Perkembangan Masa Anak
Salah
satu dasar untuk menentukan apakah seorang anak telah mengalami perkembagan
dengan baik adalah memulai apa yang disebut dengan tugas-tugas perkembangan
atau Development Task. Tugas perkembangan masa anak menurut Munandar (1985)
adalah belajar berjalan, belajar mengambil makanan yang padat, belajar
berbicara, toilet training, belajar membedakan jenis kelamin dan dapat kerja
kooperatif, belajar mencapai stabilitas fisiologis, pembentukan konsep-konsep
yang sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik, belajar untuk mengembangkan
diri sendiri secara emosional dengan orang tua, sanak saudara dan orang lain
serta belajar membedakan baik dan buruk.
Sedangkan menurut Havighurst (dalam Hurlock, 1980) tugas
perkembangan pada masa anak-anak adalah sebagai berikut:
a) Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan
untuk permainan-permainan yang umum.
b) Membangun sikap yang sehat mengenai diri
sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh.
c)
Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya
d)
Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat
e) Mengembangkan
ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung
f)
Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
g)
Mengembangkan
hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai
h)
Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga- lembaga
i) Mencapai kebebasan pribadi.
3. Tugas
Perkembangan Masa Remaja
Seorang remaja dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya
dapat dipisahkan ke dalam tiga tahap secara berurutan (Kimmel, 1995: 16):
Tahap yang pertama adalah remaja
awal, di mana tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya sebagai
remaja adalah pada penerimaan terhadap keadaan fisik dirinya dan menggunakan
tubuhnya secara lebih efektif. Hal ini karena remaja pada usia tersebut
mengalami perubahan-perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan
tubuh yang meliputi tinggi badan, berat badan, panjang organ-organ tubuh, dan
perubahan bentuk fisik seperti tumbuhnya rambut, payudara, panggul, dan
sebagainya.
Tahapan yang kedua adalah remaja
madya, di mana tugas perkembangan yang utama adalah mencapai kemandirian dan
otonomi dari orang tua, terlibat dalam perluasan hubungan dengan kelompok baya
dan mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan; dan belajar menangani
hubungan heteroseksual, pacaran dan masalah seksualitas.
Tahapan yang ketiga adalah remaja
akhir, di mana tugas perkembangan utama bagi individu adalah mencapai kemandirian
seperti yang dicapai pada remaja madya, namun berfokus pada persiapan diri
untuk benar-benar terlepas dari orang tua, membentuk pribadi yang bertanggung
jawab, mempersiapkan karir ekonomi, dan membentuk ideologi pribadi yang di
dalamnya juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik.
Demikianlah,
penjelasan mengenai tugas-tugas perkembangan remaja sebagai satu bagian dalam
memahami remaja sebagai suatu masa transisi.
Menurut
Havighurst, tugas-tugas perkembangan seorang remaja adalah sebagaipberikut: :
1. Menerima
keadaan fisik dirinya sendiri dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif.
Walaupun
kedengarannya sederhana dan mudah diucapkan, menerima keadaan fisik diri
sendiri sering kali menjadi masalah yang cukup besar bagi remaja. Banyak di
antara kita yang sulit menerima kenyataan bahwa kita berkulit gelap atau tidak
setinggi dan selangsing teman sebaya. Perasaan tidak puas ini kemudian membuat
kita selalu dilanda perasaan minder, sehingga malas bergaul apalagi pergi ke
pesta. Perasaan ini menutupi kenyataan, misalnya bahwa kita sebetulnya punya
sepasang mata yang indah.
2. Mencapai
kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya
Usaha untuk mencapai
kemandirian emosional bisa membuat remaja melawan keinginan atau bertentangan
pendapat dengan orangtuanya. Dengan ciri khas remaja yang penuh gejolak dan
emosional, pertentangan pendapat ini sering kali membuat remaja menjadi
pemberontak di rumah. Apabila masalah ini tidak terselesaikan, terutama apabila
orangtua bersikap otoriter, remaja cenderung untuk mencari jalan keluar di luar
rumah, yaitu dengan cara bergabung dengan teman-teman sebaya yang senasib.
Sebetulnya, curhat dengan teman sebaya tidak ada salahnya,selama teman sebaya
itu bisa membantu mendapatkan solusi yang baik. Namun, sering kali karena yang
dihadapi adalah remaja seusia yang punya masalah yang kurang lebih sama dan
sama-sama belum berhasil mengerjakan tugas perkembangan yang sama, bisa jadi
solusi yang ditawarkan kurang bijaksana.
.
3. Mencapai
suatu hubungan dan pergaulan yang lebih matang antara lawan jenis yang sebaya.
Remaja akan mampu bergaul secara baik dengan kedua jenis
kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Kemampuan untuk mencapai tugas
perkembangan ini juga dipengaruhi oleh banyaknya interaksi yang dialami seorang
remaja dengan orang-orang dari kedua jenis kelamin. Tapi, hal ini sama sekali
tidak berarti bahwa kalau kita sekolah di sekolah khusus cowok atau khusus
cewek, kemampuan kita untuk bergaul secara matang dengan jenis kelamin lain akan
terganggu.
Berperilaku sosial yang bertanggung jawab
Idealnya,
seseorang tentu diharapkan untuk berpartisipasi demi kebaikan atau perbaikan di
lingkungan sosialnya, namun bila hal itu belum bisa dijalankan, minimal yang
harus dilakukan adalah tidak menjadi beban bagi masyarakat atau lingkungan
sosialnya. Mempersiapkan diri untuk memiliki karier atau pekerjaan yang
mempunyai konsekuensi ekonomi dan financial
Setelah melepaskan
diri dari ketergantungan emosional dengan orangtua atau orang dewasa lain, tugas
yang menanti remaja adalah juga melepaskan diri dari ketergantungan finansial
dari mereka. Mempersiapkan
perkawinan dan membentuk keluarga
.
4. Memperoleh
perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku sesuai dengan
norma yang ada di masyarakat
Keberhasilan
remaja melaksanakan tugas perkembangan ini ditandai dengan, misalnya,
kesuksesannya meredam serta mengendalikan gejolak emosi maupun seksualnya
sehingga dapat hidup sesuai dengan norma dan etika yang berlaku.
Masa remaja mempunyai
ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya, Ciri-ciri remaja
menurut Hurlock (1992), antara lain :
a. Masa
remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa
remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan
mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
b. Masa
remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak
lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas,
keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan
menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.
c. Masa
remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh,
minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang
dianut, serta keinginan akan kebebasan.
d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas
diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa
peranannya dalam masyarakat.
e. Masa
remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena sulit
diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik.
f. Masa remaja adalah masa yang tidak realistik.
Remaja cenderung memandang kehidupan dari kacamata berwarna merah jambu,
melihat dirinya sendiridan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan
sebagaimana adanya terlebih dalamocita-cita.
Disimpulkan adanya
perubahan fisik maupun psikis pada diri remaja, kecenderungan remaja akan
mengalami masalah dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Hal ini diharapkan
agar remaja dapat menjalani tugas perkembangan dengan baik-baik dan penuh
tanggung jawab.
5. Tugas
Perkembangan Masa Dewasa
Tugas perkembangan
masa dewasa dibagi menjadi pada tiga tahap, yaitu:
1. Tugaspperkembangan
masa dewasa awal
• Memilih pasangan hidup
• Belajar hidup dengan suami atau istri
• Memulai kehidupan berkeluarga
• Membimbing dan merawat anak
• Mengolah rumah tangga
• Memulai suatu jabatan
• Menerima tanggung jawab sebagai warga Negara
• Menemukan kelompok sosial yang cocok
dan menarik
2. Tugas
Perkembangan masa setengah baya
• M emperoleh tanggung jawab
sosial dan warga Negara
• Membangun dan memperthankan standar
ekonomi
• Membantu
anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung
jawab
dan bahagia
• Membina kegiatan pengisi waktu senggang
orang dewasa
• Membina hubungan dengan pasanga hidup
sebagai pribadi
• Menerima dan menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan fisik sendiri
• Menyesuaikan diri dengan pertambahan
umur
3. Tugas
perkembangan orang tua
• Menyesuaikan diri dengan menurunya
kesehatan dan kekuatan fisik
• Menyesuaikan
diri terhadap masa pensiun dan menurunya pendapatan
• Menyesuaikan diri yterhadap
meninggalnya suami/istri
• Menjalin hubuingan dengan perkumpulan
manusia usia lanjut
• Memenuhi kewajiban sosial dan sebagai
warga Negara
• Membangun kehidupan fisik yang
memuaskan
Menurut Havighurst
setiap tahap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan
aspek-aspek lainya, yaitu fisik, psikis serta emosional, moral dan sosaial.
Adapun tugas perkembangan dewasa lainnya adalah
1. Memilih pasangan.
2. Belajar hidup dengan pasangan.
3. Memulai hidup dengan pasangan.
4. Memelihara anak.
5. Mengelola rumah tangga.
6. Memulai bekerja.
7. Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.
8. Menemukan suatu kelompok yang serasi.
