Sabtu, 17 Desember 2016

TAHAP-TAHAP DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN



Diajukan untuk memenuhi tugas pada Mata Kuliah
Psikologi Pendidikan

 







Oleh
A S R I
Nim / Bp : 16583 / 2010
Jurusan Teknik Otomotif
Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif




UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016




Tugas Perkembangan masa kanak-kanak, Anak, Remaja dan Dewasa

1.    Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak
Periode kanak-kanak (umur 3-5 tahun), yaitu usia pra sekolah sebagai periode peralihan dari masa bayi keusia anak sekolah sebelum anak masuk sekolah, jiwanya telah matang untuk sekolah, yaitu matang karena dipersiapkan di taman kanak-kanak atau TPA, dan jenis-jenis pendidikan anak pra sekolah lainnya. Kohnstamm meyebut periode ini dengan periode estetis, yang berarti keindahan.
Ciri dari periode masa kanak-kanak ialah:
1) Perkembangan emosi kegembiraan hidup
2) Kebebasan
3) Fantasi.
Ketiga ciri tersebut, dapat berkembang dengan berbagai bentuk ekspresi seperti; permainan, dongeng, nyanyian dan menggambar itulah sebabnya, empat kegiatan tersebut sering dijadikan isi materi kurikulum di TK.
Tugas perkembangan masa kanak-kanak:
1. Menguasai kemampuan fisik dasar untuk bermain
2. Bisa bermain dengan teman sebaya
3. Membentuk sikap positif terhadap diri sendiri
4. Mempelajari peran gender yang sesuai
5. Mengembangkan kemampuan dasar dalam membaca, menghitung, dan                      menulis
6. Mengembangkan hati nurani, moralitas, dan sistem nilai
7. Memiliki kemandirian dasar dalam kegiatan sehari-hari
8. Mengembangkan sikap yang tepat terhadap kelompok sosial tertentu
2.    Tugas Perkembangan Masa Anak
Salah satu dasar untuk menentukan apakah seorang anak telah mengalami perkembagan dengan baik adalah memulai apa yang disebut dengan tugas-tugas perkembangan atau Development Task. Tugas perkembangan masa anak menurut Munandar (1985) adalah belajar berjalan, belajar mengambil makanan yang padat, belajar berbicara, toilet training, belajar membedakan jenis kelamin dan dapat kerja kooperatif, belajar mencapai stabilitas fisiologis, pembentukan konsep-konsep yang sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik, belajar untuk mengembangkan diri sendiri secara emosional dengan orang tua, sanak saudara dan orang lain serta belajar membedakan baik dan buruk.
Sedangkan menurut Havighurst (dalam Hurlock, 1980) tugas perkembangan pada masa anak-anak adalah sebagai berikut:
a) Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum.
b) Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh.
c) Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya
d) Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat
e)  Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan     berhitung
f) Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan     sehari-hari
g)  Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai
h) Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-     lembaga
i)  Mencapai kebebasan pribadi.
3.    Tugas Perkembangan Masa Remaja
Seorang remaja dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya dapat dipisahkan ke dalam tiga tahap secara berurutan (Kimmel, 1995: 16):
                        Tahap yang pertama adalah remaja awal, di mana tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya sebagai remaja adalah pada penerimaan terhadap keadaan fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif. Hal ini karena remaja pada usia tersebut mengalami perubahan-perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan, berat badan, panjang organ-organ tubuh, dan perubahan bentuk fisik seperti tumbuhnya rambut, payudara, panggul, dan sebagainya.
                        Tahapan yang kedua adalah remaja madya, di mana tugas perkembangan yang utama adalah mencapai kemandirian dan otonomi dari orang tua, terlibat dalam perluasan hubungan dengan kelompok baya dan mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan; dan belajar menangani hubungan heteroseksual, pacaran dan masalah seksualitas.
                        Tahapan yang ketiga adalah remaja akhir, di mana tugas perkembangan utama bagi individu adalah mencapai kemandirian seperti yang dicapai pada remaja madya, namun berfokus pada persiapan diri untuk benar-benar terlepas dari orang tua, membentuk pribadi yang bertanggung jawab, mempersiapkan karir ekonomi, dan membentuk ideologi pribadi yang di dalamnya juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik.
                        Demikianlah, penjelasan mengenai tugas-tugas perkembangan remaja sebagai satu bagian dalam memahami remaja sebagai suatu masa transisi.
Menurut Havighurst, tugas-tugas perkembangan seorang remaja adalah sebagaipberikut: :
1.    Menerima keadaan fisik dirinya sendiri dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif.  
Walaupun kedengarannya sederhana dan mudah diucapkan, menerima keadaan fisik diri sendiri sering kali menjadi masalah yang cukup besar bagi remaja. Banyak di antara kita yang sulit menerima kenyataan bahwa kita berkulit gelap atau tidak setinggi dan selangsing teman sebaya. Perasaan tidak puas ini kemudian membuat kita selalu dilanda perasaan minder, sehingga malas bergaul apalagi pergi ke pesta. Perasaan ini menutupi kenyataan, misalnya bahwa kita sebetulnya punya sepasang mata yang indah.
2.    Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya
Usaha untuk mencapai kemandirian emosional bisa membuat remaja melawan keinginan atau bertentangan pendapat dengan orangtuanya. Dengan ciri khas remaja yang penuh gejolak dan emosional, pertentangan pendapat ini sering kali membuat remaja menjadi pemberontak di rumah. Apabila masalah ini tidak terselesaikan, terutama apabila orangtua bersikap otoriter, remaja cenderung untuk mencari jalan keluar di luar rumah, yaitu dengan cara bergabung dengan teman-teman sebaya yang senasib. Sebetulnya, curhat dengan teman sebaya tidak ada salahnya,selama teman sebaya itu bisa membantu mendapatkan solusi yang baik. Namun, sering kali karena yang dihadapi adalah remaja seusia yang punya masalah yang kurang lebih sama dan sama-sama belum berhasil mengerjakan tugas perkembangan yang sama, bisa jadi solusi yang ditawarkan kurang bijaksana.
.
3.    Mencapai suatu hubungan dan pergaulan yang lebih matang antara lawan jenis yang sebaya.
Remaja akan mampu bergaul secara baik dengan kedua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Kemampuan untuk mencapai tugas perkembangan ini juga dipengaruhi oleh banyaknya interaksi yang dialami seorang remaja dengan orang-orang dari kedua jenis kelamin. Tapi, hal ini sama sekali tidak berarti bahwa kalau kita sekolah di sekolah khusus cowok atau khusus cewek, kemampuan kita untuk bergaul secara matang dengan jenis kelamin lain akan terganggu.
Berperilaku sosial yang bertanggung jawab
 Idealnya, seseorang tentu diharapkan untuk berpartisipasi demi kebaikan atau perbaikan di lingkungan sosialnya, namun bila hal itu belum bisa dijalankan, minimal yang harus dilakukan adalah tidak menjadi beban bagi masyarakat atau lingkungan sosialnya. Mempersiapkan diri untuk memiliki karier atau pekerjaan yang mempunyai konsekuensi ekonomi dan financial
Setelah melepaskan diri dari ketergantungan emosional dengan orangtua atau orang dewasa lain, tugas yang menanti remaja adalah juga melepaskan diri dari ketergantungan finansial dari mereka. Mempersiapkan perkawinan dan membentuk keluarga
.
4.    Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku sesuai dengan norma yang ada di masyarakat
Keberhasilan remaja melaksanakan tugas perkembangan ini ditandai dengan, misalnya, kesuksesannya meredam serta mengendalikan gejolak emosi maupun seksualnya sehingga dapat hidup sesuai dengan norma dan etika yang berlaku.
Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya, Ciri-ciri remaja menurut Hurlock (1992), antara lain :
a.    Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
b.    Masa remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas, keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.
c.     Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh, minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut, serta keinginan akan kebebasan.
d.     Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.
e.    Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena sulit diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik.
f.       Masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Remaja cenderung memandang kehidupan dari kacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiridan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalamocita-cita.
Disimpulkan adanya perubahan fisik maupun psikis pada diri remaja, kecenderungan remaja akan mengalami masalah dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Hal ini diharapkan agar remaja dapat menjalani tugas perkembangan dengan baik-baik dan penuh tanggung jawab.
5.    Tugas Perkembangan Masa Dewasa
Tugas perkembangan masa dewasa dibagi menjadi pada tiga tahap, yaitu:
1.    Tugaspperkembangan masa dewasa awal
• Memilih pasangan hidup
• Belajar hidup dengan suami atau istri
• Memulai kehidupan berkeluarga
• Membimbing dan merawat anak
• Mengolah rumah tangga
• Memulai suatu jabatan
• Menerima tanggung jawab sebagai warga Negara
• Menemukan kelompok sosial yang cocok dan menarik
2.    Tugas Perkembangan masa setengah baya
• M emperoleh tanggung jawab sosial dan warga Negara
• Membangun dan memperthankan standar ekonomi
 Membantu anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang   bertanggung    jawab dan bahagia
• Membina kegiatan pengisi waktu senggang orang dewasa
• Membina hubungan dengan pasanga hidup sebagai pribadi
• Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisik    sendiri
• Menyesuaikan diri dengan pertambahan umur

3.    Tugas perkembangan orang tua
• Menyesuaikan diri dengan menurunya kesehatan dan kekuatan fisik
 Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan menurunya   pendapatan
• Menyesuaikan diri yterhadap meninggalnya suami/istri
• Menjalin hubuingan dengan perkumpulan manusia usia lanjut
• Memenuhi kewajiban sosial dan sebagai warga Negara
• Membangun kehidupan fisik yang memuaskan

Menurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainya, yaitu fisik, psikis serta emosional, moral dan sosaial.
Adapun tugas perkembangan dewasa lainnya adalah
1. Memilih pasangan.
2. Belajar hidup dengan pasangan.
3. Memulai hidup dengan pasangan.
4. Memelihara anak.
5. Mengelola rumah tangga.
6. Memulai bekerja.
7. Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.

8. Menemukan suatu kelompok yang serasi.