Senin, 10 Agustus 2020
Custom Domain ke Blogspot atau Blogger Melalui Client Area
Custom Domain ke Blogspot atau Blogger Melalui Client Area
Custom Domain ke Blogspot atau Blogger Melalui Client Area
Apabila saya tidak memiliki hosting dan hanya memiliki domain saja di DomaiNesia, apakah bisa melakukan custom domain TLD ke Blogspot/ Blogger?
Daftar Isi
Bagaimana Cara Custom Domain ke Blogger?
Tentu saja. Anda tetap bisa melakukan kustomisasi domain melalui client area di https://my.domainesia.com. Mau tahu caranya? Silahkan ikuti panduan berikut ini ya DomaiNesians! ? Untuk melakukan custom domain melalui client area , yang harus anda persiapkan yaitu email dan password untuk login https://my.domainesia.com serta akun Blogspot. Email dan password login ini merupakan akun anda di DomaiNesia ya guys. Yaps, akun ketika anda mendaftar di DomaiNesia!
1. Login Client Area (my.domainesia.com)
Langkah pertama yaitu, buka https://my.domainesia.com pada web browser. Lalu masukkan username dan password anda. Username dan password ini merupakan akun anda pada saat register di DomaiNesia sebelum pembelian domain maupun hosting.


2. Memilih Domains
Setelah itu, anda akan diarahkan ke halaman client area. Pada halaman ini anda dapat mengelola semua produk yang telah anda beli. Karena kali ini akan dilakukan custom domain, maka silahkan klik Menu

Domainspada bagian sidebar (bagian sebelah kiri). Kemudian beri tanda centang dan klik pada domain yang dipilih.
3. Melakukan Pengecekan Name Server
Untuk melakukan custom domain, pastikan anda memilih Use default nameservers pada saat mengubah Nameserver. Pilihan Use default nameservers ini berfungsi jika anda ingin melakukan custom domain ke Blogger atau setting domain forwarding.

Dalam pengisian Nameserver, Tim DomaiNesia telah mempermudah para customer dengan memberikan daftar Name Server yang sesuai. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca Panduan Mengubah Nameserver.
Setiap customer dapat memiliki nameserver yang berbeda- beda. Untuk itu, apabila ingin melakukan custom domain, pastikan nameserver sesuai dengan yang ada di Client Area anda!
4. Memilih Blogger Setting
Untuk melakukan custom domain ke Blogger, silahkan klik
Settings kemudian pilih Blogger Settings
5. Melakukan Pengaturan di Akun Blogspot
Langkah selanjutnya, buka tab baru pada browser, ketikkan www.blogger.com. Kemudian login menggunakan akun blogger anda. Pilih

Tuliskan

Setelan kemudian klik Dasar. Klik pada bagian Alamat Blog klik Siapkan URL pihak ke-3 untuk blog Anda.
Tuliskan
nama domain yang telah didaftar pada A record tadi. Misalnya www.domainesia.com. Pastikan menggunakan www ya. Lalu klik Simpan. Maka akan ada error dari pihak blogspot yaitu “Kami tidak dapat memverifikasi otoritas Anda untuk domain ini“. Mengapa itu bisa terjadi? Hal ini dikarenakan domain yang anda tuliskan belum ada sinkronisasi dari pihak blogger dan domain. Untuk melakukan sinkronisasi, terdapat host unik dan record unik dari google yang harus di masukkan ke pengaturan domain.
6. Memasukkan Host & Record Unik Google
Pada halaman Blogger tadi, anda sudah menemukan host unik dan record unik dari Google. Nah, host dan record unik tadi akan digunakan untuk melakukan custom domain. Tim DomaiNesia telah memberi kemudahan para customer untuk melakukan custom domain dengan melalui halaman client area (my.domainesia.com). Silahkan klik Menu
Domains lalu pilih tab Settings. Kemudian anda akan menemukan gambar seperti berikut. Untuk itu, anda cukup memasukkan host unik dari google dan record unik dari google pada kolom yang Kami sediakan di halaman client area (my.domainesia.com) . Kemudian klik Save.
Ingat, setiap akun memiliki host unik dan record unik yang berbeda. Jadi, pastikan copy paste sesuai dengan yang tertera di akun blogger anda!
7. Custom Domain Berhasil
Tunggu sebentar, maka proses custom domain ke Blogger telah berhasil 

8. Melakukan Pengecekan DNS
Untuk melakukan pengecekan apakah blogger telah diarahkan ke domain, maka silahkan klik Menu Domains. Lalu klik
Addons. Pilih DNS Zone Manager dan klik Manage DNS. Pastikan terdapat 4 IP Address dari Blogger dan 2 akun CNAME seperti gambar berikut,
9. Melakukan Pengaturan di Akun Blogspot
Setelah itu kembali lagi ke menu

Settings – Dasar yang ada di Blogger. Klik pada bagian Alamat Blog klik Siapkan URL pihak ke-3 untuk blog Anda. Lalu klik Simpan. Bila masih tidak bisa, mohon bersabar karena mungkin Blogger masih dalam proses propagasi dengan DNS Anda yang dapat memakan waktu hingga 24 jam. Jika lebih dari 24 jam juga belum bisa dilakukan, maka mungkin terdapat kesalahan pada pengaturan Anda dan silakan coba lagi untuk yang kedua kali.
Jika proses 
Simpan sudah berhasil, maka Anda akan melihat halaman Settings di Blogger berisi nama domain dan nama blog lama. Misalnya www.websitesaya.my.id dan dibawahnya terdapat nama blog lama berupa blogakuu.blogspot.com. Di samping nama blogakuu.blogspot.com terdapat tulisan “redirects” yang artinya, alamat blog lama (*blogspot) telah diarahkan ke nama domain anda yang baru. Voila! Custom domain anda sudah berhasil dilakukan 10. Setting HTTPS di Blogger
Anda bisa mengaktifkan HTTPS agar aman! Silahkan pilih YES.

11. Menunggu Proses Resolving DNS dan Update Konfigurasi
Reminder, untuk proses custom blogspot ini memerlukan waktu kurang lebih 24 jam untuk resolving DNS dan update konfigurasi. Apabila telah berhasil terhubung, anda akan dihadapkan dengan opsi pengalihan domain dari non-www ke www pada dashboard blogger.
.
.
Masih Bingung? Yuk Cek Video Tutorialnya!
Masih bingung? Ikuti video tutorial cara custom domain ke blogger berikut ini ya,
Kesimpulan
Anda dapat merubah alamat domain blogspot dengan domain yang anda miliki. Sehingga URL blog atau website yang anda buat di blogspot dapat dicustom sesuai keinginan. Bagaimana? Segala kemudahan telah ditawarkan DomaiNesia bukan? Segeralah berpindah ke DomaiNesia! Kami memiliki paket hemat hosting dan domain dengan harga yang terjangkau! Bagi anda yang belum mengetahui cara pemesanan paket hemat, silahkan baca Panduan Order Paket Hemat Hosting dan Domain. Salam DomaiNesia! DomaiNesia jagonya domain murah lho


Minggu, 09 Agustus 2020
TEORI BELAJAR DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN (LANJUTAN) Asri Mj.h
TEORI BELAJAR DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN (LANJUTAN)
TEORI BELAJAR DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN (LANJUTAN)
A. Pngertian belajar menurut teori belajar sosial dan teori belajar humanistik
Menurut teori humanistik, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, teori belajar humanistik sifatnya lebih abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat, teori kepribadian, dan psikoterapi, dari pada bidang kajian psikologi belajar. Teori humanistik sangat mementingkan isi yang dipelajari dari pada proses belajar itu sendiri serta lebih banyak berbiacara tentang konsep-konsep pendidikan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan, serta tentang proses belajar dalam bentuk yang paling ideal.
Faktor motivasi dan pengalaman emosional sangat penting dalam peristiwa belajar, sebab tanpa motivasi dan keinginan dari pihak si belajar, maka tidak akan terjadi asimilasi pengetahuan baru ke dalam struktur kognitif yang telah dimilikinya. Teori humanistic berpendapat bahwa teori belajar apapun dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk memanusiakan manusia yaitu mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang yang belajar, secara optimal.
Teori humanistik bersifat sangat eklektik yaitu memanfaatkan atau merangkumkan berbagai teori belajar dengan tujuan untuk memanusiakan manusia dan mencapai tujuan yang diinginkan karena tidak dapat disangkal bahwa setiap teori mempunyai kelebihan dan kekurangan.
B. Prinsip-prinsip belajar menurut teori belajar sosial dan humanistik
Banyak tokoh penganut aliran humanistik, diantaranya:
1. Kolb
Pandangan Kolb tentang belajar dikenal dengan “Belajar Empat Tahap” yaitu:
a. Tahap pandangan konkret
Pada tahap ini seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau suatu kejadian sebagaimana adanya namun belum memilki kesadaran tentang hakikat dari peristiwa tersebut,
b. Tahap pemgamatan aktif dan reflektif
Tahap ini seseorang semakin lama akan semakin mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang dialaminya dan lebih berkembang.
c. Tahap konseptualisasi
Pada tahap ini seseorang mulai berupaya untuk membuat abstraksi, mengembangkan suatu teori, konsep, atau hukum dan prosedur tentang sesuatu yang menjadi objek perhatiannya dan cara berpikirnya menggunakan induktif.
d. Tahap eksperimentasi aktif
Pada tahap ini seseorang sudah mampu mengaplikasikan konsep-konsep, teori-teori atau aturan-aturan ke dalam situasi nyata dan cara berpikirnya menggunakan deduktif.
2. Honey dan Mumford
Honey dan Mumford menggolongkan orang yang belajar ke dalam empat macam atau golongan, yaitu:
a. Kelompok aktivis
Yaitu mereka yang senang melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman baru.
b. Kelompok reflector
Yaitu mereka yang mempunyai kecenderungan berlawanan dengan kelompok aktivis. Dalam melakukan suatu tindakan kelompok ini sangat berhati-hati dan penuh pertimbangan.
c. Kelompok teoris
Yaitu mereka yang memiliki kecenderungan yang sangat kritis, suka menganalisis, selalu berpikir rasional dengan menggunakan penalarannya.
d. Kelompok pragmatis
Yaitu mereka yang memiliki sifat-sifat praktis, tidak suka berpanjang lebar dengan teori-teori, konsep-komsep, dalil-dalil, dan sebagainya.
3. Habermas
Menurut Habernas, belajar baru akan tejadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. Ia membagi tipe belajar menjadi tiga, yaitu:
a. Belajar teknis (technical learning)
Yaitu belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar.
b. Belajar praktis (practical learning)
Yaitu belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, yaitu dengan orang-orang di sekelilingnya dengan baik.
c. Belajar emansipatoris (emancipatory learning)
Yaitu belajar yang menekankan upaya agar seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran tinggi akan terjadinya perubahan atau transformasi budaya dengan lingkungan sosialnya.
4. Bloom dan Krathwohl
Bloom dan Krathmohl lebih menekankan perhatiannya pada apa yang mesti dikuasai oleh individu (sebagai tujuan belajar), setelah melalui peristiwa-peristiwa belajar. Tujuan belajarnya dikemukakan dengan sebutan Taksonomi Bloom, yaitu:
a. Domain kognitif, terdiri atas 6 tingkatan, yaitu:
1) Pengetahuan
2) Pemahaman
3) Aplikasi
4) Analisis
5) Sintesis
6) Evaluasi
b. Domain psikomotor, terdiri atas 5 tingkatan, yaitu:
1) Peniruan
2) Penggunaan
3) Ketepatan
4) Perangkaian
5) Naturalisasi
c. Domain afektif, terdiri atas 5 tingkatan, yaitu:
1) Pengenalan
2) Merespon
3) Penghargaan
4) Pengorganisasian
5) Pengalaman
Teori humanistik akan sangat membantu para pendidik dalam memahami arah belajar pada dimensi yang lebih luas, sehingga upaya pembelajaran apapun dan pada konteks manapun akan selalu diarahkan dan dilakukan untuk mencapai tujuannya. Meskipun teori humanistik sering dikritik karena sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis dan dianggap lebih dekat dengan bidang filsafat, teori kepribadian dan psikoterapi dari pada bidang pendidikan, sehingga sulit diterjemahkan ke dalam langkah-langkah yang lebih konkret dan praktis. Namun sumbangan teori ini amat besar. Ide-ide, konsep-konsep, taksonomi-taksonomi tujuan yang telah dirumuskannya dapat membantu para pendidik dan guru untuk memahami hakikat kejiwaan manusia.
Dalam praktiknya teori ini cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar
C. Penerapan teori belajar sosial dan teori belajar dan humanistik dalam belajar
1. Lingkungan sosial
a. Lingkungan sosial sekolah, seperti guru , administrasi, dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar.
b. Lingkungan sosial massyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya.
c. Lingkungan sosial keluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga, sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaankeluarga, semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Hubungan anatara anggota keluarga, orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik.
2. Lingkungan non sosial.
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah;
a. Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dantenang. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. Sebaliknya, bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung, proses belajar siswa akan terlambat.
b. Faktor instrumental,yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar,fasilitas belajar, lapangan olah raga dan lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, bukupanduan, silabi dan lain sebagainya.
c. Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru, disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa.
Jumat, 07 Agustus 2020
Selasa, 28 Juli 2020
asri

Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
2





Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
4


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
5


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
6


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
7


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
8






Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
11


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
12


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
13


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya
14


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya 15


Materi ini ditujukan hanya untuk kalangan terbatas SMK Binaan
Honda, tidak untuk diperjual-belikan
ataupun peruntukan lainnya 16




c. Posisi saklar fungsi ke "pengukuran voltase DC".


Identifikasi Jenis-Jenis
Alat Ukur
(Mekanik, Pneumatik
& Elektrik)
A. Alat Ukur Mekanik
1. Mistar Baja / Steel Ruler
Fungsi: Untuk mengukur jarak, free play (jarak bebas)
Contoh penggunaan:
a. Mengukur jarak bebas throttle cable
b. Mengukur jarak bebas rem belakang c. Mengukur jarak bebas handle kopling
d. Mengukur jarak bebas rantai roda

2. Fuller Gauge
Fungsi: Mengukur keregangan/clearance
Contoh penggunaan:
a. Mengukur renggang klep
b. Mengukur renggang pompa
oli

|
TYPE MOTOR
|
UKURAN CELAH
KLEP
|
TOLERANSI
|
|
|
IN
|
EX
|
||
|
KARISMA
|
0,03 mm
|
0,03 mm
|
± 0,01
mm
|
|
KIRANA
|
0,03 mm
|
0,03 mm
|
± 0,01
mm
|
|
SUPRA X125
|
0,03 mm
|
0,03 mm
|
± 0,01
mm
|
|
SUPRA PGM FI
|
0,03 mm
|
0,03 mm
|
± 0,01
mm
|
|
SUPRA X125 HELM IN
|
0,10 mm
|
0,17 mm
|
± 0,01
mm
|
|
REVO 100
|
0,05 mm
|
0,05 mm
|
± 0,01
mm
|
|
REVO 110
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
ABSOLUT REVO
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
REVO FIT
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
REVO AT
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
BLADE
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
NEW BLADE
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
VARIO
SERIES
|
0,15 mm
|
0,25 mm
|
± 0,02
mm
|
|
BEAT
|
0,15 mm
|
0,15 mm
|
± 0,02
mm
|
|
SCOPY
|
0,15 mm
|
0,15 mm
|
± 0,02
mm
|
|
PCX
|
0,15 mm
|
0,25 mm
|
± 0,02
mm
|
|
SPACY
HELM IN
|
0,15 mm
|
0,15 mm
|
± 0,02
mm
|
|
MEGA PRO
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
NEW MEGA PRO
|
0,80 mm
|
0,12 mm
|
± 0,01
mm
|
|
TIGER
2000 ALL
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
CS 1
|
0,10 mm
|
0,10 mm
|
± 0,01
mm
|
|
CBR 250 R
|
0,16 mm
|
0,27 mm
|
± 0,03
mm
|
|
CBR 150 R
|
0,15 mm
|
0,25 mm
|
± 0,03
mm
|
3. Jangka Sorong (Vernier Caliper)
Fungsi: Mengukur benda kerja bagian dalam/luar, benda bertingkat atau kedalaman benda kerja.
Ketelitian: 0,02 mm atau 0,05 mm







4. Outside Micrometer
Fungsi: Outside Micrometer (Mikrometer Luar) berfungsi untuk mengukur benda kerja bagian luar / diameter luar dengan ketelitian 0-25mm, 25-50mm dan 50-75mm.






5. Inside Micrometer
Fungsi: Mengukur benda kerja bagian dalam/diameter dalam
dengan ketelitian mikron.

6. Torque Wrench (Kunci Torsi)
Fungsi: Mengencangkan dan mengukur kekencangan (torsi)
dari nut/baut


7. Dial Gauge
Fungsi: Untuk memeriksa atau mengukur:
a. Kerataan permukaan bidang datar
b. Kerataan permukaan serta kebulatan poros
c.
Kerataan permukaan dinding silinder




8. Cylinder Gauge
Fungsi: Untuk mengukur diameter bagian dalam suatu benda









B. Alat Ukur Pneumatik
1. Compression Gauge
Fungsi: Mengukur tekanan kompresi pada silinder (satuan: Psi, kg/cm2, Bar)

2. Tire Gauge
Fungsi: Mengukur tekanan angin dalam ban (Psi atau
kg/cm2)

C. Alat Ukur Elektris (Multimeter)
Fungsi: Mengukur besaran kelistrikan komponen (tegangan, arus dan tahanan)

1. Pengantar Digital Multimeter (DMM)
Sebuah kualitas Digital Multimeter (DMM) adalah alat yang paling penting yang akan Anda gunakan ketika troubleshooting sistem listrik. Alat tersebut dapat mengukur tegangan, arus listrik, dan hambatan.

2. Pengukuran
a. Pengukuran Hambatan
Dengan memeriksa hambatan / tahanan, maka kita dapat memeriksa :
- Sirkuit terbuka (sambungan yang rusak)
- koneksi / sambungan buruk
- Kortsleting
b.
Pengukuran Voltase / Tegangan
c.
Dengan memeriksa Voltase / tegangan, maka kita dapat memeriksa :
- Kondisi Battere
- Apakah daya battere terpasang atau tidak
- Hubungan yang buruk
- Alternator output
-
Sensor output
d.
Pengukuran Arus
Dengan memeriksa hambatan / tahanan, maka kita dapat memeriksa :
- Kemampuan Pengisian
- Konsumsi listrik pada tiap komponen
3. Tahapan Pengukuran
a. Hubungkan test lead hitam ke terminal COM (-), dan test
lead
tes merah ke voltase terminal (+).
b. Untuk multimeter digital dengan tombol power,
hubungkan terlebih dahulu test lead, kemudian hidupkan power.
|

d. Pasang test lead merah ke terminal baterai negatif (-), dan
test lead hitam ke terminal baterai positif (+). Nilai voltase akan
ditampilkan pada layar.

Langganan:
Postingan (Atom)



