DASAR-DASAR ILMU PENDIDIKAN
3. Learning to do (Belajar untuk melakukan/berkarya)
DAFTAR PUSTAKA
A pengertian pilar pendidikan
Pilar merupakan
sebuah penopang atau penyangga, dalam sebuah bangunan pilar yang dapat membuat
bangunan berdiri tegak dan kokoh. Dalam sistem pendidikan juga demikian
terdapat pilar yang menjadi penyangga sehingga sebuah sistem dapat berdiri
untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada saat ini telah ada rumusan mengenai
pilar tersebut yang paling terkenal adalah 4 (empat) pilar pendidikan yang
dirumuskan oleh Unesco yaitu : learning to know, learning to do, learning to
live together, dan learning to be. Atau belajar untuk mengetahui, belajar
melakukan (berkarya), belajar untuk hidup bersama, dan belajar untuk menjadi
(berkembang utuh). Namun keempat pilar yang diungkapkan Unesco ini tidak
mengakomodasi tujuan dari sistem pendidikan nasional di Indonesia yang tercantum
dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1
yang berbunyi:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”
B jenis
jenis pilar pendidikan
Oleh karena itu maka timbulah penambahan pilar agar
dapat menjadi pilar yang mengakomodasi tujuan dari sistem pendidikan Indonesia
yang kemudian dikenal dengan 5 (lima) pilar belajar Indonesia yaitu:
1). Learning to believe and convince the almighty God.
2). Learning to know.
3). Learning to do.
4). Learning to live together.
5). Learning to be
1. Learning to belive and convince the almighty God
(Belajar untuk mempercayai dan meyakini
Tuhan yang Maha Esa)
Mempercayai dan meyakini Tuhan yang Maha Esa tidak
terdapat dalam 4 (empat) pilar Unesco. Inilah pilar yang hilang, namun tidak
demikian dengan Indonesia. Indonesia merupakan negara ketuhanan yang menjunjung
tinggi nilai keagamaan oleh karena itu pilar ini dimasukan kedalam pilar
belajar di indonesia. Adapun pada proses implementasinya pilar ini sudah
terdapat dengan adanya mata pelajaran agama dan PKn. Yang mengajarkan budi
pekerti dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Dan sekarang dalam tujuan
pembelajaranpun telah dimasukan unsur spiritual dalam K1.
2. Learning to know (Belajar untuk mengetahui)
Pilar belajar untuk mengetahui berkenaan dengan cara
mendapatkan pengetahuan, pemahaman dengan media yang ada. Media bisa berupa
buku, internet, dan teknologi yang lainya. Pada ssat ini teknologi untuk
mendukung kemajuan ilmu pengetahuan sangat berkembang pesat hampir seluruh
informasi yang terkumpul dari berbagai penjuru dunia dapat dengan mudah diakses
dengan internet. Pada implementasinya pilar ini sudah berjalan di Indonesia,
proses belajar, membaca, menghafal, dan mendengarkan di kelas merupakan
implementasi dari pilar ini.
3. Learning to do (Belajar untuk melakukan/berkarya)
Pilar belajar selanjutnya adalah belajar untuk
melakukan atau berkarya hal ini tidak terlepas dari belajar mengetahui karena
perbuatan tidak terlepas dari ilmu pengetahuan. Belajar melakukan atau berkarya
pada hakikatnya berkaitan dengan vokasional. Sehingga belajar berkarya
merupakan upaya untuk senantiasa melakukan dan berlatih keterampilan untuk
keprofesionalan dalam bekerja. Sehingga dapat memenuhi tuntutan kerja yang ada
di masyarakat.
4. Learning to live together (Belajar hidup bersama)
Pilar keempat yakni belajar hidup bersama ini karena
masyarakat memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Apalagi dizaman
globalisasi seperti sekarang ini masyarakat dengan berbagai latar belakang
suku, ras, agama, etnik, pendidikan dll. Akan tergabung dalam suatu lingkungan
dalam masyarakat, oleh karena itu saling membantu dan menghargai satu dengan
yang lainya diperlukan agar tercipta masyarakat yang tertib dan aman. Sehingga
senantiasa untuk belajar hidup bersama sangat dibutuhkan.
5. Learning to be (Belajar untuk menjadi atau berkembang secara utuh)
Pilar kelima yaitu belajar untuk menjadi atau
berkembang utuh, belajar untuk menjadi atau berkembang secara utuh berkaitan
dengan tuntutan kehidupan yang semakin kompleks sehingga dibutuhkan suatu
karakter pada diri individu. Belajar menjadi pribadi yang berkembang secara
optimal yang memiliki kesesuaian dan keseimbangan pada kepribadianya baik itu
moral, intelektual, emosi, spiritual, maupun sosial. Sehingga tentu untuk
memenuhi itu semua individu dituntut untuk mengembangkan segala aspek dalam
kehidupanya. Terlepas ndividu tersebut akan menjadi siapa dan apa pekerjaanya
yang penting adalah dia menjadi sosok yang unggul.
DAFTAR PUSTAKA
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/05/08/empat-pilar-belajar/
http://www.slideshare.net/pilar/belajar
http://nurs07.blogspot.com/2012/10/empat-pilar-pendidikan-menurut-unesco-html?m=1
http://serbasejarah.blogspot.com/2012/01pilar-pendidikan-indonesia.html?m=1
staff.unila.ac.id/files/pilar-belajar.ppt
UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003
http://www.slideshare.net/pilar/belajar
http://nurs07.blogspot.com/2012/10/empat-pilar-pendidikan-menurut-unesco-html?m=1
http://serbasejarah.blogspot.com/2012/01pilar-pendidikan-indonesia.html?m=1
staff.unila.ac.id/files/pilar-belajar.ppt
UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar