MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN
MAKALAH
Tim Pembina MK Pengantar Pendidikan. 2008. Bahan Ajar Pengantar Pendidikan.
Padang: UNP Pre
MAKALAH
PENGANTAR PENDIDIKAN
UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN

OLEH
ASRI
Teknik
Otomotif
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2016
A.
Tujuan dan Proses Pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang
nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan.
Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan
pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan
pendidikan.
Proses pendidikan merupakan kegiatan
mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian
tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu
kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya, pengelolaan proses pendidikan
meliputi ruang lingkup makro dan mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses
pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia
yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti
luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani,
kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan
kebangsaan.
1.
Tujuan umum.
Menurut Kohnstamm dan
Gunning, tujuan umum pendidikan
adalah untuk membentuk
insan kamil atau manusia sempurna. Sedangkan menurut Ki
Hajar Dewantara, tujuan akhir
pendidikan ialah agar
anak sebagai manusia (individu) dan
sebagai anggota masyarakat (manusia sosial), dapat mencapai keselamatan
dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya.
2.
Tujuan khusus.
Tujuan khusus adalah
tujuan-tujuan pendidikan yang telah
disesuaikan dengan keadaan tertentu, dalam
rangka untuk mencapai tujuan umum
pendidikan.
3.
Tujuan tak
lengkap.
Tujuan tak lengkap yaitu tujuan dari masing-masing aspek pendidikan.
4.
Tujuan insidental
Tujuan insidental adalah
tujuan yang timbul secara kebetulan. Secara mendadak,
misal tujuan untuk
mengadakan hiburan atau variasi dalam
kehidupan sekolah.
5.
Tujuan sementara.
Tujuan sementara adalah tujuan-tujuan
yang ingin kita
capai dalam fase-fase tertentu
dari pendidikan.
6.
Tujuan perantara.
Tujuan perantara adalah merupakan
alat atau sarana untuk mencapai tujuan-tujuan
lain. Misal mempelajari bahasa
guna mempelajari literatur-literatur asing. (Indrakusuma, 1973)
B. Peserta Pendidikan
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik.
Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik
adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri
khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
1.
Individu yang memiliki potensi
fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
2.
Individu yang sedang
berkembang.
3.
Individu yang membutuhkan
bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
4. Individu
yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
C. Pendidik
Pendidik
adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan
sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga
lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan
masyarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang
tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas
merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,
melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
D. Isi
Pendidikan
1. Pengertian Isi Pendidikan
Pendidikan dilaksanakan di dalam suatu kesatuan
hidup bersama (masyarakat). Sifat sosial manusia menjadi dasar bagi
kesatuan hidup bersama itu, dan makna kehidupan manusia ditentukan oleh nilai-nilai
hidup (nilai-nilai kemanusiaan) yang mendasari persatuan hidup bersama
itu. Tujuan akhir pendidikan ialah
anak didik menjadi pribadi dewasa
susila; pribadi yang memiliki, menghayati dan melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan dalam hidupnya.
Oleh karena itu, Driyarkara menyatakan
bahwa pendidikan merupakan pengejaran dan pelaksanaan nilai-nilai.
Jadi, isi pendidikan ialah tindakan-tindakan yang membawaanak didik mengalami, menghayati nilai-nilai
kemanusiaan, sehingga anak didik membangun nilai-nilai kemanusiaan dalam
kepribadiannya.
2.
Macam-Macam Isi Pendidikan
a.
Pendidikan jasmani dan keterampilan
Pendidikan jasmani dan keterampilan ini mencakup pertumbuhan fisik
yang sehat, kelincahan, keterampilan, menggunakan
anggota badan berkaitan dengan makanan, minuman,udara segar, istirahat,
pakaian, perumahan, seks. Tujuannya agar anak didik menerima, menghargai,
merawat dan melatih tubuhnya.
b.
Pendidikan seni (kesenian)
Kegiatan-kegiatan
pendidikan yang mengutamakan tumbuhnya rasa seni, senang akan keharmonisan, keteraturan dan kebutuhan dalam diri
anak. Tujuannya agar anak didik mengembangkan rasa keindahan.
c.
Pendidikan intelektual
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan realisasi kemampuan intelektual
anak didik dalam memecahkan masalah konkrit yang dihadapi sehari-hari. Tujuannya agar anak
didik mengembangkan kemampaun berpikir dan cara mengatasi persoalan secara tepat
d.
Pendidikan moral (kesusilaan)
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang
mengutamakan berkembangnya kesadaran diri, pemahaman akan orang lain, lingkungan serta norma yang dianut
masyarakat. Tujuannya agar anak didik mengerti diri dan kedudukannya
sebagai warga masyarakat, mampu
berhubungan dengan orang lain secara wajar,
memahami apa yang baik dan apa yang buruk dan memiliki kata hati untuk dapat menentukan sendiri.
e.
Pendidikan religius (agama)
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan pembentukan keyakinan
rohani akan kehidupan kekal, hubungan pribadi dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Tujuannya agar anak didik mengalami, menghayati keagungan, kemurahan Tuhan
bagi hidupnya.
E. Metode Pendidikan
Metode adalah cara yang berfungsi sebagai alat untuk
mencapai tujuan. Dalam menetapkan apakah suatu metode dapat digunakan atau kurang tepat, ditentukan oleh beberapa faktor:
1.
Tujuan yang ingin dicapai,
Kalau tujuan yang ingin dicapai
adalah supaya murid melakukan sesuatu, mungkin metode yang tepat adalah
menggunakan metode demokrasi, simulasi atau bermain peran.
2.
Faktor murid (peserta didik) ikut menentukan efektif
tidaknya suatu metode. Untuk dikelas biasanya digunakan metode diskusi karena
muridnya aktif, namun kurang berhasi jika muridnya pasif.
3.
Faktor guru juga
ikut menentukan efektif tidaknya suatu metode.
Ada metode yang
berhasil pada seorang guru, namun kurang berhasil digunakan oleh guru lain.
F.
Alat
Pendidikan
Alat pendidikan merupakan segala sesuatu yang secara langsung membantu terwujudnya
pencapaian. Kita membedakan dua macam pengertian tentang alat pendidikan:
1.
Alat Pendidikan yang bersifat Tindakan,
Alat pendidikan yaitu berupa upaya atau
siasat dalam kaitan dengan kewibawaan. Alat ini berfungsi preventif
(pencegahan) mencakup teladan, anjuran, suruhan, pengarahan dan pembinaan.
Sedangkan yang berfungsi represif (reaksi setelah ada perbuatan) mencakup
syarat, pujian, hadiah teguran dan hukuman.
Penggunaan
alat-alat pendidikan yang bersifat tindakan ini haruslah bijaksana dan sesuai
dengan situasi dan kondisi, serta selalu didasari oleh rasa kasih sayang dan
tanggung jawab. Pada prinsipnya alat-alat preventif lebih baik dari pada
pendidikan yang represif.
Pemilihan
alat-alat pendidikan yang akan digunakan perlu mempertimbangkan beberapa hal
berikut ini :
a.
Situasi hubungan antara guru dan murid.
b.
Perbedaan sifat dan tabiat murid juga harus
diperhatikan.
c.
Pada anak yang normal sebaiknya digunakan tindakan yang
preventif.
d.
Pengunaan kecaman, ancaman dan hukuman haruslah
berhati-hati dan bijaksana, sebab penggunaan tindakan ini sering kali
mengakibatkan hubungan edukatif menjadi rusak dan merugikan perkembangan
kepribadian murid.
2.
Alat Pendidikan yang berupa Keadaan
Yaitu sebagai alat bantu yang lazim disebut sebagai
sarana pengajaran seperti alat pengajaran.
Pengunaan alat pendidikan sebagai alat bantu harus
mempertimbangkan berbagai faktor sebagai berikut:
a.
Tujuan apa yang akan dicapai
b.
Ketersediaan
alat
c.
Pendidikan mana yang akan menggunakannya
d.
Karakteristik
anak didik
Penggunaan alat bantu atau sarana pendidikan dalam kegiatan
belajar-mengajar banyak membantu murid maupun guru, terutama pada tingkat
pendidikan usia murd-murid SD yang brada pada fase berfikir konkret.
Adapun alat bantu atau sarana pendidikan mempunyai beberapa fungsi yaitu
a.
Merekam: untuk memberikan kemungkinan produksikn kan
peristiwa-peristiwa terjadi saat ini dimasa akan datang.
b.
Manipulatif: untuk memungkin kan pengamatan terhadap
peristiwa-peristiwa yang secara wajar tidak dapat di amati.
c.
Simulatif: untuk
menyusun suatu lingkungan belajar angka
yang estetik atau unik dalam meningkat kan motivasi murid.
d.
Mengingatkan kembali: untuk mengingatkan kembali
murid-murid pada hal-hal lain yang telah dipelajari, sebelum ia mulai dengan
pelajaran baru.
e.
Memperagakan: untuk memungkinkan murid menerima
rangsangan belajar pada waktu dan tempat yang sesuai, misalnya dengan memberikan
contoh.
f.
Mengaktifkan respon murid: murid harus menjadi
penghasil dan pemakai pengetahuan yang aktif bukan penerima yang pasif.
g.
Evaluatif: untuk mengiterprestasikan respon murid sehubungan dengan
berbagai variabel, termasuk kepribadian
dan potensi pelajarnya dan untuk memungkinkan murid mengevaluasi tingkah
lakunya sendiri.
h.
Umpan balik: untuk mendorong murid.
Sarana pengajaran
(alat bantu) ini makin lama makin berkembang sesuai dengan perkembangan
ilmu dan teknologi.
Alat pendidikan iti sangat banyak jenisnya, baik alat
pendidik yang berupa tindakan maupun alat pendidikan yang berupa benda (alat bantu pengajaran).
Dapat disimpulkan bahwa alat pendidikan adalah suatu upaya atau tidakan atau
perbuatan atau situasi atau benda atau alat yang dengan sengaja digunakan untuk mencapai suatu
tujuan dalam proses pendidikan.
G.
Lingkungan (Konteks yang
Mempengaruhi Suasana Pendidikan)
Pengertian lingkungan pendidikan pada hakikatnya merupakan
sesuatu yang ada di luar diri individu. Para ahli membedakan jenis lingkungan
pendidikan menjadi dua, yaitu sebagi berikut :
1.
Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah
segala sesuatu yang ada di dunia ini yang berada di luar diri anak yang selain
manusia, seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, iklim, air, gedung, rumah, dan
sebagainya.
2.
Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial adalah
semua manusia yang berada di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi diri
orang tersebut, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Contohnya
adalah teman sekelas, tetangga, dan sebagainya.
3.
Menurut tempat
pelaksanaan pendidikan, lingkungan dibedakan atas:
a.
keluarga;
b.
sekolah; dan
c.
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Indrakusuma, Amir Daien. 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta:
Usaha Nasional
Luqman, Ahmad. 2008. Pengantar
Pendidikan (Resume). Jakarta: FMIPA UM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar