Minggu, 05 Maret 2017

UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN

MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN

MAKALAH
PENGANTAR PENDIDIKAN
UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN









OLEH


ASRI
Teknik Otomotif







FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
A.    Tujuan dan Proses Pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya, pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro dan mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
1.      Tujuan   umum. 
Menurut   Kohnstamm   dan   Gunning,   tujuan umum  pendidikan  adalah untuk   membentuk insan   kamil  atau manusia sempurna. Sedangkan menurut Ki Hajar  Dewantara, tujuan  akhir   pendidikan   ialah   agar    anak    sebagai  manusia (individu)  dan  sebagai  anggota  masyarakat (manusia  sosial), dapat mencapai  keselamatan  dan  kebahagiaan  yang  setinggi-tingginya.



2.      Tujuan   khusus.
Tujuan khusus adalah   tujuan-tujuan  pendidikan  yang   telah disesuaikan dengan keadaan tertentu, dalam  rangka untuk mencapai tujuan umum  pendidikan.
3.      Tujuan  tak  lengkap.
Tujuan tak lengkap yaitu tujuan dari masing-masing  aspek pendidikan.
4.      Tujuan  insidental
Tujuan  insidental adalah tujuan yang  timbul  secara kebetulan. Secara  mendadak,  misal  tujuan  untuk   mengadakan  hiburan atau  variasi dalam  kehidupan sekolah.
5.      Tujuan  sementara.
Tujuan sementara adalah  tujuan-tujuan yang  ingin  kita  capai dalam  fase-fase tertentu dari pendidikan.
6.      Tujuan  perantara.
Tujuan perantara adalah  merupakan alat  atau sarana untuk mencapai  tujuan-tujuan  lain.  Misal mempelajari bahasa guna mempelajari literatur-literatur asing. (Indrakusuma, 1973)

B.     Peserta Pendidikan
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
1.      Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
2.      Individu yang sedang berkembang.
3.      Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
4.      Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.




C.    Pendidik
Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

D.    Isi Pendidikan
1.      Pengertian Isi Pendidikan
Pendidikan dilaksanakan di dalam suatu kesatuan hidup bersama (masyarakat). Sifat sosial manusia menjadi dasar bagi kesatuan hidup bersama itu, dan makna kehidupan manusia ditentukan oleh nilai-nilai hidup (nilai-nilai kemanusiaan) yang mendasari persatuan hidup bersama itu. Tujuan akhir pendidikan ialah anak didik menjadi pribadi dewasa susila; pribadi yang memiliki, menghayati dan melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan dalam hidupnya. Oleh karena itu, Driyarkara menyatakan bahwa pendidikan merupakan pengejaran dan pelaksanaan nilai-nilai. Jadi, isi pendidikan ialah tindakan-tindakan yang membawaanak didik mengalami, menghayati nilai-nilai kemanusiaan, sehingga anak didik membangun nilai-nilai kemanusiaan dalam kepribadiannya.

2.              Macam-Macam Isi Pendidikan
a.       Pendidikan jasmani dan keterampilan
Pendidikan jasmani dan keterampilan ini mencakup pertumbuhan fisik yang sehat, kelincahan, keterampilan, menggunakan anggota badan berkaitan dengan makanan, minuman,udara segar, istirahat, pakaian, perumahan, seks. Tujuannya agar anak didik menerima, menghargai, merawat dan melatih tubuhnya.
b.      Pendidikan seni (kesenian)
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan tumbuhnya rasa seni, senang akan keharmonisan, keteraturan dan kebutuhan dalam diri anak. Tujuannya agar anak didik mengembangkan rasa keindahan.
c.       Pendidikan intelektual
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan realisasi kemampuan intelektual anak didik dalam memecahkan masalah konkrit yang dihadapi sehari-hari. Tujuannya agar anak didik mengembangkan kemampaun berpikir dan cara mengatasi persoalan secara tepat
d.      Pendidikan moral (kesusilaan)
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan berkembangnya kesadaran diri, pemahaman akan orang lain, lingkungan serta norma yang dianut masyarakat. Tujuannya agar anak didik mengerti diri dan kedudukannya sebagai warga masyarakat, mampu berhubungan dengan orang lain secara wajar, memahami apa yang baik dan apa yang buruk dan memiliki kata hati untuk dapat menentukan sendiri.
e.       Pendidikan religius (agama)
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan pembentukan keyakinan rohani akan kehidupan kekal, hubungan pribadi dengan Tuhan Yang Maha Esa. Tujuannya agar anak didik mengalami, menghayati keagungan, kemurahan Tuhan bagi hidupnya.

E.     Metode Pendidikan
Metode adalah cara yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Dalam menetapkan apakah suatu metode dapat digunakan  atau kurang tepat, ditentukan oleh beberapa faktor:
1.      Tujuan yang ingin dicapai,
Kalau tujuan yang ingin dicapai adalah supaya murid melakukan sesuatu, mungkin metode yang tepat adalah menggunakan metode demokrasi, simulasi atau bermain peran.
2.      Faktor murid (peserta didik) ikut menentukan efektif tidaknya suatu metode. Untuk dikelas biasanya digunakan metode diskusi karena muridnya aktif, namun kurang berhasi jika muridnya pasif.
3.       Faktor guru juga ikut menentukan efektif tidaknya suatu metode.
Ada metode yang berhasil pada seorang guru, namun kurang berhasil digunakan oleh guru lain.

F.     Alat Pendidikan
Alat pendidikan merupakan segala sesuatu yang secara langsung membantu terwujudnya pencapaian. Kita membedakan dua macam pengertian tentang alat pendidikan:
1.      Alat Pendidikan yang bersifat Tindakan,
Alat pendidikan yaitu berupa upaya atau siasat dalam kaitan dengan kewibawaan. Alat ini berfungsi preventif (pencegahan) mencakup teladan, anjuran, suruhan, pengarahan dan pembinaan. Sedangkan yang berfungsi represif (reaksi setelah ada perbuatan) mencakup syarat, pujian, hadiah teguran dan hukuman.
Penggunaan alat-alat pendidikan yang bersifat tindakan ini haruslah bijaksana dan sesuai dengan situasi dan kondisi, serta selalu didasari oleh rasa kasih sayang dan tanggung jawab. Pada prinsipnya alat-alat preventif lebih baik dari pada pendidikan yang represif.
Pemilihan alat-alat pendidikan yang akan digunakan perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut ini :
a.       Situasi hubungan antara guru dan murid.
b.      Perbedaan sifat dan tabiat murid juga harus diperhatikan.
c.       Pada anak yang normal sebaiknya digunakan tindakan yang preventif.
d.      Pengunaan kecaman, ancaman dan hukuman haruslah berhati-hati dan bijaksana, sebab penggunaan tindakan ini sering kali mengakibatkan hubungan edukatif menjadi rusak dan merugikan perkembangan kepribadian murid.
2.      Alat Pendidikan yang berupa Keadaan
Yaitu sebagai alat bantu yang lazim disebut sebagai sarana pengajaran seperti alat pengajaran.
Pengunaan alat pendidikan sebagai alat bantu harus mempertimbangkan berbagai faktor sebagai berikut:
a.    Tujuan apa yang akan dicapai
b.    Ketersediaan alat
c.    Pendidikan mana yang akan menggunakannya
d.   Karakteristik anak didik
Penggunaan alat bantu atau sarana pendidikan dalam kegiatan belajar-mengajar banyak membantu murid maupun guru, terutama pada tingkat pendidikan usia murd-murid SD yang brada pada fase berfikir konkret.
Adapun alat bantu atau sarana pendidikan mempunyai beberapa fungsi yaitu
a.       Merekam: untuk memberikan kemungkinan produksikn kan peristiwa-peristiwa terjadi saat ini dimasa akan datang.
b.    Manipulatif: untuk memungkin kan pengamatan terhadap peristiwa-peristiwa yang secara wajar tidak dapat di amati.
c.    Simulatif:  untuk menyusun suatu lingkungan belajar  angka yang estetik atau unik dalam meningkat kan motivasi murid.
d.   Mengingatkan kembali: untuk mengingatkan kembali murid-murid pada hal-hal lain yang telah dipelajari, sebelum ia mulai dengan pelajaran baru.
e.    Memperagakan: untuk memungkinkan murid menerima rangsangan belajar pada waktu dan tempat yang sesuai, misalnya dengan memberikan contoh.
f.     Mengaktifkan respon murid: murid harus menjadi penghasil dan pemakai pengetahuan yang aktif bukan penerima yang pasif.
g.    Evaluatif: untuk mengiterprestasikan respon murid sehubungan dengan berbagai variabel, termasuk  kepribadian dan potensi pelajarnya dan untuk memungkinkan murid mengevaluasi tingkah lakunya sendiri.
h.    Umpan balik: untuk mendorong murid.

Sarana pengajaran (alat bantu) ini makin lama makin berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
Alat pendidikan iti sangat banyak jenisnya, baik alat pendidik yang berupa tindakan maupun alat pendidikan yang berupa benda (alat bantu pengajaran).
Dapat disimpulkan bahwa alat pendidikan adalah suatu upaya atau tidakan atau perbuatan atau situasi atau benda atau alat yang dengan sengaja digunakan untuk mencapai suatu tujuan dalam proses pendidikan.

G.    Lingkungan (Konteks yang Mempengaruhi Suasana Pendidikan)
Pengertian lingkungan pendidikan pada hakikatnya merupakan sesuatu yang ada di luar diri individu. Para ahli membedakan jenis lingkungan pendidikan menjadi dua, yaitu sebagi berikut :
1.      Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di dunia ini yang berada di luar diri anak yang selain manusia, seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, iklim, air, gedung, rumah, dan sebagainya.
2.      Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial adalah semua manusia yang berada di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi diri orang tersebut, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Contohnya adalah teman sekelas, tetangga, dan sebagainya.
3.      Menurut tempat pelaksanaan pendidikan, lingkungan dibedakan atas:
a.       keluarga;
b.      sekolah; dan
c.       masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Indrakusuma, Amir Daien. 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional

Luqman, Ahmad. 2008. Pengantar Pendidikan (Resume). Jakarta: FMIPA UM

Tim Pembina MK Pengantar Pendidikan. 2008. Bahan Ajar Pengantar Pendidikan. Padang: UNP Pre

Tidak ada komentar:

Posting Komentar