DASAR-DASAR ILMU PENDIDIKAN
TOKOH-TOKOH
PENDIDIKAN
A.
TOKOH PENDIDIKAN YANG BERPENGARUH DARI LUAR NEGERI
1.Tokoh Pestalozzi (1746-1827)
a. Pestalozzi
Pestalozzi adalah tokoh pertama yang dipengaruhi oleh Rousseau yang mencoba,
ia katakana sendiri, mempsikologikan pendidikan (to psychologize education)
b. Perjalan
hidupnya
Ia dilahirkan
di Zurich. Ayahnya seorang dokter, dan meninggal pada waktu ia masih berusia
lima tahun. Kasih saying ibunya sangat berkesan dan mempengaruhi pemikirannya
tentang pendidikan. Ia mendapatkan pendidikan disekolah dasar, sekolah latin,
serta Colegium Humanitatis dan collegiums Carolinum.
c. Percobaan
di Neuhop (1774-1780)
Ia mendirikan
pertanian di Neuhop, dalam rangka mewujudkan anjuran Rousseau untuk hidup
mendekati alam. Anak – anak yang terlantar di bawah asuhannya dalam percobaan
pertanian di Neuhop mendapat pelajaran membaca, menulis dan berhitung, serta
berada dalam susasana religious dan kasih sayang.
d. Masa
menulis buku (1780-1798)
Karena
kegagalannya dalam percobaan Neuhop, ia meyerahkan kegiatannya dalam menulis
buku-bukutenal.tang pendidikan dan reformasi social. Ia menulis “Leonard und
Gestrude”, sebuah tulisan berbentuk roman seperti Emile, yang berisi gagasan
tentang pembaharuan pendididkan dan social; dan Die Abenstrundeeines
Eiensiedlers (saat – saat malam hari dari seseorang pertapa), yang berisi
cita-cita membangun masnyarakat.
e. Percobaan di Sekolah Dasar
Percobaan dan
metode dilaksanakan di Stanz,Burgdorf, dan Yverdun. Ia mencobakn sekolah dasar
yang menekankan pada pekerjaan tangan yang ditambah dengan pengajaran formal.
Namun percobaan itu gagal karna ada serangan dari tentara prancis.
2. Maria Mentessori (1870-1952)
Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar
pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari
Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di
pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang
pendidikan menengah. Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas
pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut
"direktur" atau "pembimbing"). Metode ini menekankan
pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat
perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan
keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak
(koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep. Walaupun banyak
sekolah-sekolah yang menggunakan nama "Montessori," kata itu sendiri
bukan merupakan merk dagang, juga tidak dihubungkan dengan organisasi tertentu
saja.
B.
TOKOH PENDIDIKAN YANG BERPENGARUH DI INDONESIA
A. Ki Hajar Dewantara
pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara
keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan,
status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada
nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari
Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di
belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan
peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).
B. Mohammad Syafei
Pemikiran Syafei diatas menyarankan kesempurnaan lahir dan batin yang harus
selalu diperbaharui.Hal ini terungkap dalam pemikiran G. Revesz seperti yang
dikutip oleh Syafei :bahwa lapangan pendidikan mesti berubah menurut
zamannya,seandainya orang masih beranggapan,bahwa susunan pendidikan dan
pengajaran yang berlaku adalah sebaik-baiknya dan tidak akan berubah lagi,maka
orang atau lembaga yang berpendirian dan berpikir demikian telah jauh
menyimpang dari kebenaran. Demikianlah,tujuan pendidikan berupa kesempurnaan
lahir dan batin,harus selalu terus disempurnakan sesuai dengan tuntutan
perubahan zaman.Dan kesempurnaan yang cocok untuk bangsa Indonesia ? Syafei mengajukan
pemikiran yang masih relevan untuk zaman kita ini. Manusia yang sempurna lahir
dan batin atau aktif kreatif itu,apa saja unsur-unsur atau aspek-aspeknya? Ia
menyatakan bahwa yaitu jiwa dan hati yang terlatih dan otak yang berisi
pengetahuan (Thalib Ibarahim,1978;20 ).Orang yang jiwa dan hatinya terlatih itu
tekun,teliti,rajin,giat,berperhatian,dan apik dalam segala bidang
perbuatan. Pelatihan jiwa dan hati ini diperoleh melalui pelatihan bebuat atau
bekerja mengerjakan pekerjaan sehari-hari atau bahkan pekerjaan tangan.Bahkan
untuk pengisian otakpun,pelajaran pekerjan tangan dapat turut dimanfaatkan.
C. Kyai H. Ahmad Dahlan
Ahmad Dahlan adalah seorang yang memiliki pengetahuan yang luas. Meskipun
usianya baru dua puluh tahun, ia mulai merintis jalan pembaruan di kalangan
umat Islam. Misalnya, membetulkan arah kiblat shalat pada masjid yang dipandang
tidak tepat arahnya yang sesuai dengan perhitungan menurut ilmu falakiyah yang
dikuasainya. Usaha ini sempat menimbulkan insiden yang membuat diri dan
istrinya hampir saja meninggalkan Kauman Yogyakarta selamanya. Kemudian
memberikan pelajaran agama di sekolah negeri yang saat itu tidak pernah
dilakukan oleh kyai lainnya. Ahmad Dahlan juga sangat memperhatikan kaum
dhuafa, anak yatim, dan fakir miskin agar selalu diperhatikan dan diayomi. Hal
ini selalu ia ingatkan kepada murid-muridnya agar selalu memperhatikan dan
menolong kaum dhuafa tersebut. Pernah suatu ketika beliau memberikan pelajaran
kepada murid-muridnya tentang surat Al-Ma’un. Namun, surat Al-Ma’un ini selalu
beliau ulang-ulang dalam setiap pertemuan pengajian sehingga menimbulkan protes
dari murid-muridnya. Setelah dijelaskan lalu setelah pengajian selesai dan
murid-muridnya masing-masing membawa anak yatim dan disantuni secukupnya
D. Rahmah El
Yunusiah
Bentuk realisasi dari pemikiran pendidikan Rahmah el-Yunusiyah adalah
berupa pendirian sekolah–sekolah bagi perempuan. Hal ini merupakan tanggapan
dari situasi pada masa itu dan sejalan pula dengan teorinya Arnold J. Toynbee
yaitu : “Challenge and Respons”. Sedangkan tujuan pendidikannya untuk
mencerdaskan kaum perempuan agar pendidikan pada masa itu tidak berpusat pada
laki–laki, dengan demikian hal ini sejalan dengan teori Feminisme, yaitu teori
poststrukturalis dan postmodernisme. Beberapa hambatan pada kaum perempuan
Indonesia. Pendidikan yang belum berpihak pada kaum perempuan dapat pula
ditemui dalam bidang lain. Misalnya dalam bidang kesehatan dan pekerjaan.
Perusahaan masih banyak yang belum memberi lapangan kerja pada perempuan. Angka
perempuan menganggur lebih tinggi dapat ditemui dimana-mana dibanding
laki-laki. Kalaupun perempuan banyak ditemui bekerja disektor informal (pabrik)
itu bukan berarti hilangnya diskriminasi. Angka kaum perempuan upahnya tidak
dibayar oleh perusahaan mencapai 41,3% lebih tinggi dibanding laki-laki yang
hanya 10% menjadi bukti beban yang diterima perempuan diluar rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar