Kamis, 02 Maret 2017

Pertumbuhan Fisik Remaja//Perkembangan Peserta Didik

Pertumbuhan Fisik Remaja



Pertumbuhan Fisik Remaja

DAFTAR ISI


Kata pengantar............................................................................................................................. 1   
BAB       Pendahuluan ................................................................................................................ 1
A.       Ciri ciri pertumbuhan fisik pada masa anak anak dan masa remaja...................... 1
B.        Pengaruh pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku remaja ................................. 5
C.    Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ........................................ 8
D.    Usaha guru untuk membantu mengatasi permasalahan peserta didik.................. 9
BAB     Penutup......................................................................................................................... 11
A.    Kesimpulan........................................................................................................... 11
B.     Saran..................................................................................................................... 11
Daftar pustaka      ...................................................................................................................... 12










A.   Pendahuluan
          Pada masa remaja terjadi perubahan – perubahan, baik bersifat fisik ataupun psikis. Perubahan fisik baik structural maupaun fungsinya, yang tentu saja berbeda antara laki – laki dan perempuan. Gajala – gejala perubahan fisik remaja mulali tampak ketika anak mulai memsuki masa awal remaja sebagai bagian pertama dalam amsa remaja secarakeseluruhan. Perubahan fisik pada remaja hamper selalu disertai oleh perubahan sikap dan prilakunya.
          Melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap perkembangan fisik remaja, diharapkan remaja dapat mengalami perubahan – perubahan tersebut dengan baik, sehingga remaja dapat menyelesaikan perkembangannya dengan bahagia demi menempuh suatu perkembangan akan dipengaruhi dan mempengaruhi oleh perkembangan oleh keberhasilan dari perkembangan sebelum dan sesudahnya.

B.   Ciri – cirri pertumbuhan fisik pada masa anak –anak dan masa remaja
1.    Pertumbuhan fisik remaja
     Datangnya masa remaja ditandai olelh adanya perubahan – perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik dapat terlihat dari bentuk gejala – gejala yang disebut gejala sex primer. Perubahandalam tubuh seseorang remaja yang mengalami datangnya masa remaja  ini terjadi sangat pesat, meliputi 4 perubahan fisik yang penting dalam tubuh remaja.
     Hurlock ( 1992 ) menyatakan bahwa perubahan fisik tersebut, terutama dalam hal perubahan yang menyangkut ukuran tubuh, perubahanpropersi dll. Adapun ciri- cirri perubahan fisik remaja adalah :
a)    Perubahan ukuran tubuh
     Perubahan ini mencakup adanya pertambahan dalam tinggi dan kuat badan. Diantara  anak- anak perempuan, rata – rata peningkatan pertahun sebelum haid adalah 3 inci, dan 2 tahun sebelum haid peningkata rata –rata 2,5 inci. Jadi peningkatan keseluruhan selama 2 tahun sebelum haid adalah 5,5 inci. Setelah haid, tingkat pertumbuhan menurun sampai kira – kira 1 inci dalam setahun dan berhenti sekitar 18 tahun. Bagi anak laki laki, permulaan priode pertumbuhan pesat, tinggi tumbuh dimulai rata – rata pada usia 12.8 tahun dan berakhir rata rata pada usia 15,3 tahun, dan pada puncaknya pada usia 14 tahun. Peningkatan tinggi badan yang terbesar terjadi setahun sesudahnya dimulai masa puber, dan sesudah itu pertumbuhan lambat sampai usia 20 atau 21 tahun. Karena periode pertumbuhan pada anak laki – laki berlangsung lebih lama, maka anak laki – laki lebih tinggi dari pada anak perempuan pada saat mulai mencapai kematangan.
     Pertambahan berat badan tidak hanya karena lemak, tetapi juga karena tulang dan jaringan otot bertambah besar walaupun pertumbuhan berjalan sangat pesat, tetapi sering kali remaja kelihatan kurus.
     Menurut harlock, kegemukan selama masa remaja bagi anak laki – laki dan anak perempuan tidaklah aneh pada saat anak berada pada masa usia sepuluh tahun dan dua belas tahun, disaat terjadi awal pertumbuhan pesat, anak cenderung menumpuk lemak pada bagian perut, disekitar putting susu, dipinggul dan paha,pipi, leher dan rahang.

b)   Perubahan propersi tubuh
     Hurlock mengemukakan perubahan fisik pokok kedua adalah perubahan propersi tubuh, badan yang mulanay kurus dan panjang mulai melebar di bagian pinggul dan bahu. Pertumbuhan tungkai dan lengan melalui pertumbuhan badan, sehingga tampak terlalu panjang.
Pola yang sama, terjadi pada pertumbuhan lengan yang pertumbuhannya mendahului pertumbuhanpesat badan, sehingga tampak terlalu panjang.
Pola yang sama, terjadi pada pertumbuhan lengan yang pertumbuhannya mendahului pertumbuhan pesat badan, sehingga tampak terlalu panjang. Proporsi yang tidak seimbang ini akan berlangsung terus sampai akhirnya proporsi tubuh mulai tampak seimbang seperti proporsi tubuh orang dewasa.

c)    Pertumbuhan cirri-ciri sex primer
     Pertumbuhan sex primer yaitu organ – organ sex, pada pria, gonad atau testis, yang terletak di scrotum di luar tubuh, pada usia 14 tahun baru sekitar 10 persen dari ukuran matang. Testis telah berkembang penuh pada usia 21 tahun, yang mula – mula meningkat asalah panjangnya kemudian secara berangsur – angsur bertambah besar.
     Kalau organ pria telah matang, terjadi mimpi basah. Banayk anak laki – laki yang tidak menyadari akn hal tersebut, hal yang sam juga terjadi pada anak perempuan. Petunjuk pertam tanda kematangan organ sex primer adalah datangnya haid, yang selanjutnya akan terjadi secara berkala kira – kira setiap dua puluh delapan hari sampai mencapai menopause, pada akhir empat puluh atau awal lima puluh tahun. kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis karena hal kecil merupakan ciri bagian awal masa remaja. Pada masa ini anak merasa khawatir, gelisah, dan cepat marah. Sedih dan mudah marah serta suasana hati yang negative sangat sering terjadi selama masa haid ( awal periode haid ). Dengan semakin matangnya keadaan fisik anak ketengangan lambat laun mulai berkurang dan anak sudah mulai mampu mengendalikan emosinya.
a)    Perubahan cirri – cirri sex sekunder
     Perubahan fisik ke empat adalah perkembangan cirri –cirisex sekunder. Perkembangan sex sekunder membedakan pria dan wanita, dan membuat anggota sex tertentu terbaik pada organ jenis kelamin yang lain.
Pada anak laki –laki
               Tumbuh rambut pada bagin – bagian tertentu, kulit menjadi kasar, kelenjar lemak yang memproduksi minyak dalam kulit semakin membesar dan menjadi lebih aktif sehingga sering menimbulkan jerawat. Perubahan lain adalah Nampak pada otot yang semakin membesar dan kuat, sura menjadi besar volumenya dan adanya benjolan benjolan kecil di sekitar putting susu tetapi hanya berlangsung selama beberapa minggu.

Pada anak perempuan
     Anak yang mulai remaja pinggulnya menjadi besar dan lebar, membesarkan tulang pinggul dan lemak berkembang di bawah kulit. Pertumbuhan yang lain terjadi pada payudara yang mulai menonjol, rambut mulai tumbuh pada bagian – bagian tertentu dan pada kemaluan dan ketiak, kulit menjadi kasar dan pori –pori membesar.
Disamping perubahan tersebut pada masa ini, otot anak perempuan juga menjadi kuat, sedangkanpada suara menjadi merdu dari pada sebelumnya.

d)    Hilangnya kepercayaan diri
     Anak remaja yang tadinya sanagt yakin pada diri sendiri sekarang menjadi kurang percaya diri dari takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dan karena kritik berubi-tubi dari orang tua dan teman-temannya. Banyak anak permpuan dan laki laki setelah masa remaja mempunyai perasaan rendah diri.




C.   Pengaruh pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku pada remaja
          Perubahan fisik pada masa puber mempengaruhi semua bagian tubuh, baik exsternal maupun internal sehingga mempengaruhi keadaan psikologis remaja. Meskipun akibatnya biasa sementara, namun cukup menimbulkan perubahan dalam perilaku, sikap dan kepribadian.
          Dapat dimengerti bahwa akibat yang lebih luas dari masa remaja adalah pada keadaan fisik anak juga mempengaruhi sikap dan prilaku. Menurut Hurlock ada bukti yang menunjukkan sikap dan prilaku yang terjadai pada masa ini lebih merupakan akibat dari perubahan social dari pada akibat perubahan kelenjar yang mempengaruh pada keseimbangan tubuh. Semakin sedikit simpati dan pembeian yang diterima anak remaja dari orang tua, kakak adik, guru – guru dan teman teman semakin besar harapan social pada periode ini semakin besar akibat psikologis dan perubahan fisik.
          Selanjutnya dikatakan pada umumnya pengaruh masa remaja lebih banyak pada anak perempuan dari pada anak laki laki, hal ini disebabkan karena anak permpuan biasanya lebih cepat matang dari pada anak laki laki. Sebagian disebabkan karena banyaknya hambatan hambatan social. Pada saat ini pada anak permpuan mulai ditekankan pada perilaku anak peremuan. Justru pada saat anak permpuan mencoba untuk membebaskan diri dari berbagai permasalahan.
          Dumber dan Hurlock ( 1992 ) menjelaskan, reaksi efektif terhadap perubahan terutama ditentukan oleh kemampuan untuk berkomunikasi. Komunikasi adalah cara untuk mengatasi kecemasan disertai tekanan. Anak yang sulit atau tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain banyak berperilaku negative, dari pada anak yang mampu berkomunikasi dengan orang lain. Anak laki – laki dan perempuan diharapkan berbuat sesuai dengan standard yang pantas untuk usia mereka. Hal ini mereka anggap relative mudah kalau pola perilaku mereka terletak pada tingkat pengembangan yang sesuai. Namun anak yang kematangannya belum siap untuk memenuhi harapan harapan social menurut usianya cenderung akan mengalami masalah.
Perubahan pada masa remaja sering mempengaruhi sikap dan perilaku Hurlock ( 1992 ) mengemukakan perubahan yang terjadi pada masa remaja sebagai berikut :
1.    Ingin menyendiri
          Perubahan pada masa remaja mulai terjadi, anak anak biasanya menarik diri dari teman teman dan dari berbagai kegiatan keluarga dan sering bertengkar dengan angota keluarga dan teman – temannya. Mereka sering melamun, betapa seringnya dia tidak dimengerti dan diperlakukan dengan kurang baik dan ia juga mengadakan eksperimen dengan melakukan masturbasi. Gejala menarik diri ini mencakup ketidak inginan berkomunikasi dengan orang lain.

2.    Bosan
          Anak remaja bosan dengan permainan yang sebelumnya amat digemari, tugas tugas sekolah, kegiatan kegiatan social dan kehidupan pada umumnya. Akibat anak sedikit sekali bekerja sehingga prestasinya menurun diberbagai bidang.

3.    Inkoordinasi
          Pertumbuhan pesat dan tidak seimbang mempengaruhi pola koordinasi gerakan, dan anak akan merasa kikuk dan janggal selama beberapa waktu. Setelah pertumbuhan melambat, koordinasi akan membaik secara bertahap.

4.    Antagonis social
          Anak remaja sering kali tidak mau bekerja sama, saling membantah dan menendang. Permusuhan terbuka antar dua sex yang berlainan diungkapkan dalam kritik, dan komentar komentar yang merendahkan. Dengan berlanjutnya masa remaja, anak menjadi ramah, dapat lebih bekerja sama dan lebih sabar kepada orang lain.

5.    Emosi yang tinggi
          Kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis karena hasutan yang sangat kecil merupakan cirri cirri bagian awal masa remaja. Pada masa ini anak mulai khawatir, gelisah dan cepat marah. Sedih dan mudah marah serta suasana hati yang negative sangat sering selama masa pra haid ( awal priode haid ). Dengan semakin matangnya keadaaan fisik anak ketenangan lambat laut menjadi berkurang dan anak sudah mampu mengendalikan dirinya.

6.    Hilangnya kepercayaan diri
          Anak remaja yang tadinya sangat yakin pada diri sendiri sekarang menjadi kurang percaya diri dan takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dan karena kritik yang bertubi tubi datang dariorang tua dan teman temannya. Banyak anak perempuan dan laki laki setelah masa remaja mempunyai perasaan rendah diri.
7.    sederhana
          Perubahan tubuh yang terjadi selama masa remaja menyebabkan anak menjadi sangat sederhana dalam segala penampilannya karena takut orang lain yang memperhatikan perubahan yang dialaminya dan memberikan komentar yang buruk.
          Perubahan – perubahan fisik menyebabkan kecanggungan bagi remaja karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan – perubahan yang terjadi pada dirinya. Perubahan fisik hamper selalu dibarengi dengan prilaku dan sikap. Perubahan ini dapat mengganggu keseimbangan yang sebelumnya sudah terbentuk, perilaku mereka mendadak menjadisulit diduga dan sering agak melawan norma social yang berlaku. Oleh karena itu masa ini sering disebut masa negative.





D.   Factor- factor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja
1.    Sistim endoktrin dalam tubuh
     Apabila sistim endotrin dalam tubuh berfungsi normal maka akan memperlihatkan ukuran tubuh yang normal pula. Perubahan sistim endotrin fisik pada remja yang menyebabkan kegoncanangan hemostesis badan.

2.    Factor – factor nutrisi
     Kurang makan juga menyebabkan ketegangan emosi meningkat. Enemia menyebabkan apatis disertai kecemasan dan lekas marah. Kekurangan kalsium menyebabkan lekas marah dan ketidakstabilan emosi.
3.    Gangguan keluarga
     Pengaruh factor keluarga meliputi factor – factor keturunan dan lingkungan. Factor lingkungan akan membantu tercapai perwujudan potensi keturunan yang dibawa sjak lahir. Pada seriap tahap lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh dari pada tinggi badan.

4.    Gangguan emosi
     Anak yang terlalu sering  mengalami gangguan emosional menyebabkan terbentuknya steroid adreneal yang berlabihan, dan ini akan mengakibatkan berkurangnya  pembentukan hormone pertumbuhan dikelenjar piturity. Bila terjadi hal demikian, pertumbuhan awal remajapunterhambat dan tidak tercapai berat badan yang seharusnya.

5.    Jenis kelamin
     Anak laki – laki cenderung lebih tinggi dari pada anak perempuan, kecuali pada usia 12-15 tahun biasanya akan lebih sedikit berat dan tinggi dari anak laki-laki.. terjadinya perbedaan berat badan dan tinggi ini karena pembentukan tulang anak laki –laki memang berbeda dengan anak perempuan.

6.    Status social ekonomi
     Anak anak yang berasal dari keluarga dengan status social ekonomi rendah cenderung lebih kecil dari anak yang berasal dari keluarga yang status ekonominya tinggi.

7.    Kesehatan
     Anak anak yang sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh lebih berat dari pada anak yang sering sakit.

8.    Kecerdasan
     Hampir selalu sama, anak yang kecerdasannya tinggi biasanya lebih gemuk dan berat dari pada anak yang kecerdasannya rendah juga anak yang berprestasi di sekolah menonjol cenderung lebih gemuk dan berat.


E.    Usaha guru untuk membantu mengatasai permasalahan peserta didik berkaitan dengan pertumbuhan fisiknya
          Permasalahan dalam pertumbuhan fisik remaja sering disebabkan karena perasaan dan fikiran mengenai fisiknya. Ada benntuk tubuh yang diidamkannya dan diinginkannya. Bila keinginan tidak tercapai maka ada rasa kecewa pada remaja. Perilaku sikapnya yang mengalami perubahan karena dia menilai dirinya berbeda dengan teman sebayanya. Remaja banyak perhatian pada kelompok, perilaku remaja akan banyak dipengaruhi oleh kelompok.
          Pengembangan program kelompok remaj kea rah kegiatan yang positif oleh para tokoh dan masyarakat dan sekolah, merupakan upaya membantu remaja dalam perubahan fisik mmereka. Kegiatan bernilai positif seperti olahraga, pramuka dan seni dapat memupuk pertumbuhan fisik remaja, sedangkan kegiatan bernilai negative seperti ngebut di jalan, bergadang, minum minuman kerasa dan sebagainya akan mengganggu kesehatan. Kelompok remaja yang dapat dibentuk disekolah seperti kelompok olahraga, kelompok seni, kelompok belajar.
          Kelompok remaja juga bisa terbentuk di luar sekolah, seperti kelompok olahraga, kesenian, pramuka dan sebagainya. Pengembanagn kegiatan pramuka, pelaksanaan senam kesegaran jasmani dan pembiasaan hidup bersih perlu deprogram sebagai kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler di sekolah menengah. Pembentukan kelompok belajar atas bimbingan guru merupakan kegiatan yang dapat membentuk mereka untuk belajar teratur dan bertanggung jawab.
          Disamping upaya yang telah dikemukakan di atas, baik guru maupun orang tua perlu membantu remaja agar memahami keadaan fisik dan perubahan – perubahan yang terjadi pada dirinya serta masalah berkaitan dengan perubahan tersebut. Penjelasan atau informasi yang diberikan pada remaja dapat meliputi berbagai hal, yaitu berkaitan dengan kesehatan, penataan diri, konsep tenyang daya tarik, baik fisik maupun psikis.


















PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa :
1.            Pertumbuhan fisik merupakan perubahan perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik tersebut bukan saja menyangkut bertambahnya ukuran tubuh  dan berubahnya proporsi tubuh, melainkan juga meliputi perubahan cirri cirri yang terdapat pada kelamin primer dan sekunder. Baik pada remaja laki laki maupun remaja perempuan.
2.            Remaja yang banyak memperhatikan kelompok sebaya perlu mendapat perhatian dari para pendidik dalam proses pendidikan. Pengembanagn program kegiatan kelompok yang bernilai positif sangat mendukung pertumbuhan fisik remaja seperti kegiatan belajar kelompok, pembentukan kelompok olah raga, kegiatan peramuka dan pembiasaan hidup sehat dan bersih perlu dikembangkan secara terprogram.
3.            Untuk mencapai perkembangan yang sesuai dengan siklus perkembanagn yang nrmal, maka anak harus diberikan perhatian khusus oleh lingkungan sekitarnya agar perkembangan anak sesuai dengan yang diinginkan anak tersebut.







DAFTAR PUSTAKA
Mudjiran.2007.Perkembangan Peserta Didik.UNP Press: Padang
http//www.google: Perkembangan Fisik Remaja
http//www.google: Faktor Pertumbuhan Fisik Remaja
http//www.google: Pertumbuhan Fisik Remaja



1 komentar: