Pertumbuhan Fisik Remaja
Pertumbuhan
Fisik Remaja
DAFTAR ISI
Kata pengantar............................................................................................................................. 1
BAB
Pendahuluan ................................................................................................................ 1
A. Ciri ciri pertumbuhan fisik pada masa anak
anak dan masa remaja...................... 1
B.
Pengaruh
pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku remaja ................................. 5
C.
Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ........................................ 8
D. Usaha guru untuk membantu mengatasi
permasalahan peserta didik.................. 9
BAB
Penutup......................................................................................................................... 11
A. Kesimpulan........................................................................................................... 11
B. Saran..................................................................................................................... 11
Daftar pustaka ...................................................................................................................... 12
A. Pendahuluan
Pada masa remaja terjadi perubahan – perubahan, baik
bersifat fisik ataupun psikis. Perubahan fisik baik structural maupaun
fungsinya, yang tentu saja berbeda antara laki – laki dan perempuan. Gajala –
gejala perubahan fisik remaja mulali tampak ketika anak mulai memsuki masa awal
remaja sebagai bagian pertama dalam amsa remaja secarakeseluruhan. Perubahan
fisik pada remaja hamper selalu disertai oleh perubahan sikap dan prilakunya.
Melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap perkembangan
fisik remaja, diharapkan remaja dapat mengalami perubahan – perubahan tersebut
dengan baik, sehingga remaja dapat menyelesaikan perkembangannya dengan bahagia
demi menempuh suatu perkembangan akan dipengaruhi dan mempengaruhi oleh
perkembangan oleh keberhasilan dari perkembangan sebelum dan sesudahnya.
B. Ciri
– cirri pertumbuhan fisik pada masa anak –anak dan masa remaja
1.
Pertumbuhan
fisik remaja
Datangnya masa
remaja ditandai olelh adanya perubahan – perubahan fisik maupun psikis.
Perubahan fisik dapat terlihat dari bentuk gejala – gejala yang disebut gejala
sex primer. Perubahandalam tubuh seseorang remaja yang mengalami datangnya masa
remaja ini terjadi sangat pesat,
meliputi 4 perubahan fisik yang penting dalam tubuh remaja.
Hurlock ( 1992
) menyatakan bahwa perubahan fisik tersebut, terutama dalam hal perubahan yang
menyangkut ukuran tubuh, perubahanpropersi dll. Adapun ciri- cirri perubahan
fisik remaja adalah :
a)
Perubahan
ukuran tubuh
Perubahan ini
mencakup adanya pertambahan dalam tinggi dan kuat badan. Diantara anak- anak perempuan, rata – rata peningkatan
pertahun sebelum haid adalah 3 inci, dan 2 tahun sebelum haid peningkata rata
–rata 2,5 inci. Jadi peningkatan keseluruhan selama 2 tahun sebelum haid adalah
5,5 inci. Setelah haid, tingkat pertumbuhan menurun sampai kira – kira 1 inci
dalam setahun dan berhenti sekitar 18 tahun. Bagi anak laki laki, permulaan
priode pertumbuhan pesat, tinggi tumbuh dimulai rata – rata pada usia 12.8
tahun dan berakhir rata rata pada usia 15,3 tahun, dan pada puncaknya pada usia
14 tahun. Peningkatan tinggi badan yang terbesar terjadi setahun sesudahnya
dimulai masa puber, dan sesudah itu pertumbuhan lambat sampai usia 20 atau 21
tahun. Karena periode pertumbuhan pada anak laki – laki berlangsung lebih lama,
maka anak laki – laki lebih tinggi dari pada anak perempuan pada saat mulai
mencapai kematangan.
Pertambahan
berat badan tidak hanya karena lemak, tetapi juga karena tulang dan jaringan
otot bertambah besar walaupun pertumbuhan berjalan sangat pesat, tetapi sering
kali remaja kelihatan kurus.
Menurut
harlock, kegemukan selama masa remaja bagi anak laki – laki dan anak perempuan
tidaklah aneh pada saat anak berada pada masa usia sepuluh tahun dan dua belas
tahun, disaat terjadi awal pertumbuhan pesat, anak cenderung menumpuk lemak
pada bagian perut, disekitar putting susu, dipinggul dan paha,pipi, leher dan
rahang.
b)
Perubahan
propersi tubuh
Hurlock
mengemukakan perubahan fisik pokok kedua adalah perubahan propersi tubuh, badan
yang mulanay kurus dan panjang mulai melebar di bagian pinggul dan bahu.
Pertumbuhan tungkai dan lengan melalui pertumbuhan badan, sehingga tampak
terlalu panjang.
Pola yang sama, terjadi pada pertumbuhan lengan yang
pertumbuhannya mendahului pertumbuhanpesat badan, sehingga tampak terlalu
panjang.
Pola yang sama, terjadi pada pertumbuhan lengan yang
pertumbuhannya mendahului pertumbuhan pesat badan, sehingga tampak terlalu
panjang. Proporsi yang tidak seimbang ini akan berlangsung terus sampai
akhirnya proporsi tubuh mulai tampak seimbang seperti proporsi tubuh orang
dewasa.
c)
Pertumbuhan
cirri-ciri sex primer
Pertumbuhan
sex primer yaitu organ – organ sex, pada pria, gonad atau testis, yang terletak
di scrotum di luar tubuh, pada usia 14 tahun baru sekitar 10 persen dari ukuran
matang. Testis telah berkembang penuh pada usia 21 tahun, yang mula – mula
meningkat asalah panjangnya kemudian secara berangsur – angsur bertambah besar.
Kalau organ
pria telah matang, terjadi mimpi basah. Banayk anak laki – laki yang tidak
menyadari akn hal tersebut, hal yang sam juga terjadi pada anak perempuan.
Petunjuk pertam tanda kematangan organ sex primer adalah datangnya haid, yang
selanjutnya akan terjadi secara berkala kira – kira setiap dua puluh delapan
hari sampai mencapai menopause, pada akhir empat puluh atau awal lima puluh
tahun. kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis
karena hal kecil merupakan ciri bagian awal masa remaja. Pada masa ini anak
merasa khawatir, gelisah, dan cepat marah. Sedih dan mudah marah serta suasana
hati yang negative sangat sering terjadi selama masa haid ( awal periode haid
). Dengan semakin matangnya keadaan fisik anak ketengangan lambat laun mulai
berkurang dan anak sudah mulai mampu mengendalikan emosinya.
a)
Perubahan
cirri – cirri sex sekunder
Perubahan
fisik ke empat adalah perkembangan cirri –cirisex sekunder. Perkembangan sex
sekunder membedakan pria dan wanita, dan membuat anggota sex tertentu terbaik
pada organ jenis kelamin yang lain.
Pada anak laki –laki
Tumbuh rambut pada bagin – bagian tertentu,
kulit menjadi kasar, kelenjar lemak yang memproduksi minyak dalam kulit semakin
membesar dan menjadi lebih aktif sehingga sering menimbulkan jerawat. Perubahan
lain adalah Nampak pada otot yang semakin membesar dan kuat, sura menjadi besar
volumenya dan adanya benjolan benjolan kecil di sekitar putting susu tetapi
hanya berlangsung selama beberapa minggu.
Pada anak perempuan
Anak yang
mulai remaja pinggulnya menjadi besar dan lebar, membesarkan tulang pinggul dan
lemak berkembang di bawah kulit. Pertumbuhan yang lain terjadi pada payudara
yang mulai menonjol, rambut mulai tumbuh pada bagian – bagian tertentu dan pada
kemaluan dan ketiak, kulit menjadi kasar dan pori –pori membesar.
Disamping perubahan tersebut pada masa ini, otot anak
perempuan juga menjadi kuat, sedangkanpada suara menjadi merdu dari pada
sebelumnya.
d)
Hilangnya
kepercayaan diri
Anak remaja
yang tadinya sanagt yakin pada diri sendiri sekarang menjadi kurang percaya
diri dari takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dan karena
kritik berubi-tubi dari orang tua dan teman-temannya. Banyak anak permpuan dan
laki laki setelah masa remaja mempunyai perasaan rendah diri.
C. Pengaruh
pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku pada remaja
Perubahan fisik pada masa puber mempengaruhi semua bagian
tubuh, baik exsternal maupun internal sehingga mempengaruhi keadaan psikologis
remaja. Meskipun akibatnya biasa sementara, namun cukup menimbulkan perubahan
dalam perilaku, sikap dan kepribadian.
Dapat dimengerti bahwa akibat yang lebih luas dari masa
remaja adalah pada keadaan fisik anak juga mempengaruhi sikap dan prilaku.
Menurut Hurlock ada bukti yang menunjukkan sikap dan prilaku yang terjadai pada
masa ini lebih merupakan akibat dari perubahan social dari pada akibat
perubahan kelenjar yang mempengaruh pada keseimbangan tubuh. Semakin sedikit
simpati dan pembeian yang diterima anak remaja dari orang tua, kakak adik, guru
– guru dan teman teman semakin besar harapan social pada periode ini semakin
besar akibat psikologis dan perubahan fisik.
Selanjutnya dikatakan pada umumnya pengaruh masa remaja
lebih banyak pada anak perempuan dari pada anak laki laki, hal ini disebabkan
karena anak permpuan biasanya lebih cepat matang dari pada anak laki laki.
Sebagian disebabkan karena banyaknya hambatan hambatan social. Pada saat ini
pada anak permpuan mulai ditekankan pada perilaku anak peremuan. Justru pada
saat anak permpuan mencoba untuk membebaskan diri dari berbagai permasalahan.
Dumber dan Hurlock ( 1992 ) menjelaskan, reaksi efektif
terhadap perubahan terutama ditentukan oleh kemampuan untuk berkomunikasi.
Komunikasi adalah cara untuk mengatasi kecemasan disertai tekanan. Anak yang
sulit atau tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain banyak berperilaku
negative, dari pada anak yang mampu berkomunikasi dengan orang lain. Anak laki
– laki dan perempuan diharapkan berbuat sesuai dengan standard yang pantas
untuk usia mereka. Hal ini mereka anggap relative mudah kalau pola perilaku
mereka terletak pada tingkat pengembangan yang sesuai. Namun anak yang
kematangannya belum siap untuk memenuhi harapan harapan social menurut usianya
cenderung akan mengalami masalah.
Perubahan pada masa remaja
sering mempengaruhi sikap dan perilaku Hurlock ( 1992 ) mengemukakan perubahan
yang terjadi pada masa remaja sebagai berikut :
1.
Ingin
menyendiri
Perubahan
pada masa remaja mulai terjadi, anak anak biasanya menarik diri dari teman
teman dan dari berbagai kegiatan keluarga dan sering bertengkar dengan angota
keluarga dan teman – temannya. Mereka sering melamun, betapa seringnya dia
tidak dimengerti dan diperlakukan dengan kurang baik dan ia juga mengadakan
eksperimen dengan melakukan masturbasi. Gejala menarik diri ini mencakup
ketidak inginan berkomunikasi dengan orang lain.
2.
Bosan
Anak
remaja bosan dengan permainan yang sebelumnya amat digemari, tugas tugas
sekolah, kegiatan kegiatan social dan kehidupan pada umumnya. Akibat anak
sedikit sekali bekerja sehingga prestasinya menurun diberbagai bidang.
3.
Inkoordinasi
Pertumbuhan
pesat dan tidak seimbang mempengaruhi pola koordinasi gerakan, dan anak akan
merasa kikuk dan janggal selama beberapa waktu. Setelah pertumbuhan melambat,
koordinasi akan membaik secara bertahap.
4.
Antagonis
social
Anak
remaja sering kali tidak mau bekerja sama, saling membantah dan menendang.
Permusuhan terbuka antar dua sex yang berlainan diungkapkan dalam kritik, dan
komentar komentar yang merendahkan. Dengan berlanjutnya masa remaja, anak
menjadi ramah, dapat lebih bekerja sama dan lebih sabar kepada orang lain.
5.
Emosi
yang tinggi
Kemurungan,
merajuk, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis karena hasutan yang
sangat kecil merupakan cirri cirri bagian awal masa remaja. Pada masa ini anak
mulai khawatir, gelisah dan cepat marah. Sedih dan mudah marah serta suasana
hati yang negative sangat sering selama masa pra haid ( awal priode haid ).
Dengan semakin matangnya keadaaan fisik anak ketenangan lambat laut menjadi
berkurang dan anak sudah mampu mengendalikan dirinya.
6.
Hilangnya
kepercayaan diri
Anak
remaja yang tadinya sangat yakin pada diri sendiri sekarang menjadi kurang
percaya diri dan takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dan
karena kritik yang bertubi tubi datang dariorang tua dan teman temannya. Banyak
anak perempuan dan laki laki setelah masa remaja mempunyai perasaan rendah
diri.
7.
sederhana
Perubahan
tubuh yang terjadi selama masa remaja menyebabkan anak menjadi sangat sederhana
dalam segala penampilannya karena takut orang lain yang memperhatikan perubahan
yang dialaminya dan memberikan komentar yang buruk.
Perubahan
– perubahan fisik menyebabkan kecanggungan bagi remaja karena ia harus
menyesuaikan diri dengan perubahan – perubahan yang terjadi pada dirinya.
Perubahan fisik hamper selalu dibarengi dengan prilaku dan sikap. Perubahan ini
dapat mengganggu keseimbangan yang sebelumnya sudah terbentuk, perilaku mereka
mendadak menjadisulit diduga dan sering agak melawan norma social yang berlaku.
Oleh karena itu masa ini sering disebut masa negative.
D. Factor-
factor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja
1.
Sistim
endoktrin dalam tubuh
Apabila sistim
endotrin dalam tubuh berfungsi normal maka akan memperlihatkan ukuran tubuh
yang normal pula. Perubahan sistim endotrin fisik pada remja yang menyebabkan kegoncanangan
hemostesis badan.
2.
Factor
– factor nutrisi
Kurang makan
juga menyebabkan ketegangan emosi meningkat. Enemia menyebabkan apatis disertai
kecemasan dan lekas marah. Kekurangan kalsium menyebabkan lekas marah dan
ketidakstabilan emosi.
3.
Gangguan
keluarga
Pengaruh
factor keluarga meliputi factor – factor keturunan dan lingkungan. Factor
lingkungan akan membantu tercapai perwujudan potensi keturunan yang dibawa sjak
lahir. Pada seriap tahap lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat
tubuh dari pada tinggi badan.
4.
Gangguan
emosi
Anak yang
terlalu sering mengalami gangguan
emosional menyebabkan terbentuknya steroid adreneal yang berlabihan, dan ini
akan mengakibatkan berkurangnya
pembentukan hormone pertumbuhan dikelenjar piturity. Bila terjadi hal
demikian, pertumbuhan awal remajapunterhambat dan tidak tercapai berat badan
yang seharusnya.
5.
Jenis
kelamin
Anak laki –
laki cenderung lebih tinggi dari pada anak perempuan, kecuali pada usia 12-15
tahun biasanya akan lebih sedikit berat dan tinggi dari anak laki-laki..
terjadinya perbedaan berat badan dan tinggi ini karena pembentukan tulang anak
laki –laki memang berbeda dengan anak perempuan.
6.
Status
social ekonomi
Anak anak yang
berasal dari keluarga dengan status social ekonomi rendah cenderung lebih kecil
dari anak yang berasal dari keluarga yang status ekonominya tinggi.
7.
Kesehatan
Anak anak yang
sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh lebih berat dari pada anak
yang sering sakit.
8.
Kecerdasan
Hampir selalu
sama, anak yang kecerdasannya tinggi biasanya lebih gemuk dan berat dari pada
anak yang kecerdasannya rendah juga anak yang berprestasi di sekolah menonjol
cenderung lebih gemuk dan berat.
E. Usaha
guru untuk membantu mengatasai permasalahan peserta didik berkaitan dengan
pertumbuhan fisiknya
Permasalahan dalam pertumbuhan fisik remaja sering
disebabkan karena perasaan dan fikiran mengenai fisiknya. Ada benntuk tubuh
yang diidamkannya dan diinginkannya. Bila keinginan tidak tercapai maka ada
rasa kecewa pada remaja. Perilaku sikapnya yang mengalami perubahan karena dia
menilai dirinya berbeda dengan teman sebayanya. Remaja banyak perhatian pada
kelompok, perilaku remaja akan banyak dipengaruhi oleh kelompok.
Pengembangan program kelompok remaj kea rah kegiatan yang
positif oleh para tokoh dan masyarakat dan sekolah, merupakan upaya membantu
remaja dalam perubahan fisik mmereka. Kegiatan bernilai positif seperti
olahraga, pramuka dan seni dapat memupuk pertumbuhan fisik remaja, sedangkan
kegiatan bernilai negative seperti ngebut di jalan, bergadang, minum minuman
kerasa dan sebagainya akan mengganggu kesehatan. Kelompok remaja yang dapat
dibentuk disekolah seperti kelompok olahraga, kelompok seni, kelompok belajar.
Kelompok remaja juga bisa terbentuk di luar sekolah,
seperti kelompok olahraga, kesenian, pramuka dan sebagainya. Pengembanagn
kegiatan pramuka, pelaksanaan senam kesegaran jasmani dan pembiasaan hidup
bersih perlu deprogram sebagai kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler di
sekolah menengah. Pembentukan kelompok belajar atas bimbingan guru merupakan
kegiatan yang dapat membentuk mereka untuk belajar teratur dan bertanggung
jawab.
Disamping upaya yang telah dikemukakan di atas, baik guru
maupun orang tua perlu membantu remaja agar memahami keadaan fisik dan
perubahan – perubahan yang terjadi pada dirinya serta masalah berkaitan dengan
perubahan tersebut. Penjelasan atau informasi yang diberikan pada remaja dapat
meliputi berbagai hal, yaitu berkaitan dengan kesehatan, penataan diri, konsep
tenyang daya tarik, baik fisik maupun psikis.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa :
1.
Pertumbuhan fisik merupakan perubahan
perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan
remaja. Perubahan fisik tersebut bukan saja menyangkut bertambahnya ukuran
tubuh dan berubahnya proporsi tubuh,
melainkan juga meliputi perubahan cirri cirri yang terdapat pada kelamin primer
dan sekunder. Baik pada remaja laki laki maupun remaja perempuan.
2.
Remaja yang banyak memperhatikan
kelompok sebaya perlu mendapat perhatian dari para pendidik dalam proses
pendidikan. Pengembanagn program kegiatan kelompok yang bernilai positif sangat
mendukung pertumbuhan fisik remaja seperti kegiatan belajar kelompok,
pembentukan kelompok olah raga, kegiatan peramuka dan pembiasaan hidup sehat
dan bersih perlu dikembangkan secara terprogram.
3.
Untuk mencapai perkembangan yang sesuai
dengan siklus perkembanagn yang nrmal, maka anak harus diberikan perhatian
khusus oleh lingkungan sekitarnya agar perkembangan anak sesuai dengan yang
diinginkan anak tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Mudjiran.2007.Perkembangan Peserta Didik.UNP Press:
Padang
http//www.google: Perkembangan Fisik Remaja
http//www.google: Faktor Pertumbuhan Fisik Remaja
http//www.google: Pertumbuhan Fisik Remaja
dd
BalasHapus